
Jurnalis.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Jember resmi membuka seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Hari pertama seleksi dilangsungkan di Aula Graha Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
500 siswa-siswi terpantau mendaftar secara daring. Mereka berasal dari berbagai sekolah menengah atas dan sederajat. Baik sekolah negeri dan swasta, seantero Kabupaten Jember.
Tim Seleksi menggandeng sejumlah unsur pembina dari lintas institusi. Diantaranya Polres Jember, Kodim 0824 Jember, Secaba Jember serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Ketua Tim Seleksi adalah Teguh Kurniawan, yang juga Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Bakesbangpol.
Seleksi dijadwalkan selama empat hari berturut-turut. Mulai 6 hingga 9 April 2026. Pada hari pertama, seleksi dimulai pukul 07.00 WIB, dengan tahapan awal berupa registrasi dan pengarahan kepada seluruh peserta.
Memasuki pukul 09.00 WIB, para peserta mulai mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Paskibraka. TWK dirancang untuk mengukur kemampuan akademik peserta, khususnya dalam memahami ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta pengetahuan umum yang relevan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Teguh Kurniawan menegaskan, bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar mencari siswa yang memiliki kemampuan fisik semata. Akan tetapi juga menitikberatkan pada pemahaman ideologi dan karakter kebangsaan.
“Seleksi ini bertujuan menjaring generasi muda yang tidak hanya disiplin dan tangguh secara fisik. Namun juga memiliki pemahaman yang kuat tentang Pancasila, wawasan kebangsaan, serta jiwa nasionalisme yang tinggi,” kata Teguh, Senin (6/4/2026).
Teguh menambahkan, proses seleksi akan berlanjut pada hari berikutnya. Yakni 7 April 2026, dengan pelaksanaan Tes Intelegensi Umum (TIU). Tes ini akan mengukur kemampuan kognitif peserta. Termasuk logika berpikir, analisis, dan pemecahan masalah.
Menariknya, sistem penilaian pada seleksi tahun ini telah mengadopsi teknologi digital. Hasil dari TWK dan TIU akan langsung terintegrasi dalam aplikasi berbasis online. Penilaian dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sehingga menjamin transparansi dan objektivitas hasil seleksi.
“Dengan sistem penilaian berbasis aplikasi ini, hasil tes dapat langsung diketahui secara real time sesuai standar provinsi. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proses seleksi berjalan jujur, transparan, dan akuntabel,” kata Teguh.
Memasuki hari ketiga ini, tim telah mendapatkan seratusan calon. Besok, hari keempat, mereka yang berhasil lolos akan menjalani tes terakhir dengan materi Kesamaptaan. Yakni tes kebugaran jasmani dan kesiapan fisik prima. Sebagai informasi, hari ketiga dan keempat seleksi dilangsungkan di halaman Koramil Patrang dan Stadion Noto Hadinegoro Jember.
Dari keseluruhan peserta, nantinya akan disaring menjadi 75 orang terbaik. Mereka berhak menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Jember tahun 2026. Selain itu, dua peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Jember dalam seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Seleksi Paskibraka ini menjadi salah satu program strategis Bakesbangpol dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan memiliki semangat cinta tanah air.
Melalui proses seleksi yang ketat dan terstandar, para peserta terpilih diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Terutama dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81.
Tingginya antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan seleksi Paskibraka Kabupaten Jember tahun 2026 diharapkan dapat melahirkan putra-putri terbaik daerah yang siap mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar Sang Merah Putih. (Sgt)






















Discussion about this post