
Jurnalis.co.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 6 Jember telah berdiri kokoh sejak 2025. Setelah beroperasi satu semester lebih, siswa-siswi merasa betah tinggal di asrama.
awal SRT 6 Jember banyak mengalami dinamika. Program ciamik Presiden Prabowo Subianto ini bahkan kurang mendapat perhatian masyarakat, khususnya warga kategori desil 5 ke bawah. Sehijngga SRT 6 Jember kesulitan mendapat siswa.
Tapi kini kondisinya berbalik 180 derajat. Siswa-siswi SRT 6 Jember merasa betah tinggal di asrama sekolah. Mereka ingin segera kembali ke asrama meski masa libur Lebaran Idul Fitri belum usai.
Kepala SRT 6 Jember, Kartika Sari Dewi menceritakan konstelasi serta kondisi terbaru sekolah yang ia pimpin.
“Alhamdulillah, setelah kurang lebih enam bulan berjalan. Bnyak sekali progres positif dari anak-anak,” ujar Kartika, sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).
Persoalan yang rumit di sana bukan masalah proses belajar mengajar. Tetapi membuat lingkungan yang nyaman. Sehingga anak-anak betah tinggal di asrama.
“Kalau dulu, di satu dua bulan pertama, kami berjuang supaya anak-anak betah,” kenang Kartika.
Dia bilang, yang paling sulit beradaptasi dengan lingkungan asrama sekolah adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD).
“Terutama anak-anak SD, banyak yang tantrum, menangis minta pulang. Demikian juga anak-anak SMP juga,” ucap tersenyum mengingat-ingat masa awal sekolah didirikan.
Meski mengalami kondisi yang tidak mengenakan, Kartika kini bersyukur. Semua siswa-siswi betah tinggal di asrama sekolah yang dia pimpin.
“Sekarang justru kebalik. Malah anak-anak yang betah. Kalau liburan, kadang mereka nggak mau dipulangkan ke rumahnya. Atau liburan Hari Raya Idul Fitri selama dua minggu kemarin, mereka bilang kelamaan Bu,” cerita Kartika dengan penuh semangat.
Kepada wartawan, Kartika menyampaikan, SRT 6 Jember telah menjadi keluarga baru bagi dirinya. Banyak hal dia temui setiap hari. Bagaimana melihat langsung kehidupan di asrama, siswa-siswi tidur, makan, belajar bersama-sama setiap hari.
Apalagi, menurut Kartika, fasilitas sekolah sudah cukup baik. Tiap siswa mendapat baju seragam, PDL, kaos olahraga, sepatu, baju sehari-hari. Bahkan pakaian dalam.
Demikian pula sarana dan prasarana pendukung di ruang kelas. Kursi siswa, papan smartboard, spidol lengkap dengan penghapus, tersedia cukup. Bahkan tiap siswa sudah mendapat laptop dari Biro Sarpras Kemensos RI.
Kebutuhan dasar siswa dipenuhi oleh pemerintah. Semua siswa mendapat makan 3 kali sehari. Diantara jeda, juga diberikan snack dua kali sehari.
Bahkan, untuk keperluan kebersihan diri. Pemerintah telah menyediakan, shampo, pasta gigi bserta alat sikat giginya, hingga pewangi (rexona dan minyak wangi).
Hingga berita ini ditayangkan, jumlah siswa/i tercatat 97 anak dari kuota 100 kursi. SRT 6 Jember masih punya 3 kursi kosong untuk siswa SD laki-laki. (Sgt)






















Discussion about this post