
Jurnalis.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait, menghadiri halal bihalal sekaligus HUT ke 52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Sabtu (11/4/2026).
Acara ini dihadiri 900 anggota perawat. Sebagaimana data DPC PPNI Jember, ada 5.000 an perawat yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Ketua Panitia Halal Bihalal PPNI dan HUT ke 52, Khamiludin memuji Bupati Jember saat ini. Karena di era kepemimpinan Gus Fawait, seorang perawat bisa jadi Kepala Puskesmas.
“Sebelumnya tidak pernah. Kepala Puskesmas selalu berlatar belakang dokter,” kata Khamiludin.
Masih di Pendopo, Ketua DPC PPNI Jember, Mustakim, mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk dapat menggunakan Pendopo Bupati. Senada dengan Khamiludin, Mustakim turut memberi apresiasi pada Gus Fawait. Karena tenaga honorer kesehatan, khususnya perawat, diangkat menjadi ASN dengan status PPPK.
Mustakim juga membicarakan Program Home Care yang bakal diluncurkan Gus Fawait. Menurutnya, hal itu merupakan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk berkarya.
Sementara itu, Bupati Gus Fawait bercerita, bagaimana upayanya menyelamatkan rumah sakit daerah, khususnya RSD dr Soebandi, yang dililit hutang.
Kebijakan menerapkan Universal Health Coverage (UHC) menimbulkan multiplier effect. Tidak hanya menyelamatkan rumah sakit daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan perawat.
Gus Fawait yang pernah jadi Anggota DPRD Provinsi Jatim ini mengungkapkan, seluruh honorer perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah, telah diangkat menjadi ASN dalam skema PPPK. Tercatat, 8.000 perawat menjadi PPPK.
Lalu, Gus Fawait melihat tenaga perawat di setiap Puskesmas terlalu banyak. Ia kemudian membuat program, menerjunkan 1.200 perawat langsung ke masyarakat. Kebijakan ini diambil untuk menyelamatkan perawat dari isu makan gaji buta.
“Saya berharap, PPNI memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat. Juga mendukung program-program prioritas. Termasuk UHC prioritas, 1.200 nakes, penanganan AKI AKB dan stunting,” harap Gus Fawait.
Terakhir, kata Gus Fawait, program Home Care akan diluncurkan pada Mei mendatang. Ia pun berharap, PPNI dapat mendukung program tersebut.
Sekadar informasi, acara ini turut mengundang Ketua-ketua Organisasi Profesi kesehatan lainnya di wilayah Jember. Rektor Universitas Dokter Soebandi (UDS), Ketua STIKES Al-Qodiri, Dekan Fakultas Keperawatan UNEJ, Dekan Fakultas Keperawatan UNMUH Jember, Anggota DPRD Ahmad Dhofir Syah, Direktur RSD Balung dan Pj. Sekdakab Jember Achmad Helmi Luqman. (Sgt)






















Discussion about this post