
JURNALIS.CO.ID — MEMPAWAH — Musyawarah perencanaan pembangunan daerah menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan ke depan. Pemerintah Kabupaten Mempawah mulai menyusun prioritas pembangunan tahun 2027 dengan menekankan keselarasan program daerah dan nasional.
Bupati Mempawah, Erlina, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2027 yang digelar di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Kamis (16/4/2026).
Dalam arahannya, Erlina menegaskan bahwa pembangunan daerah harus sejalan dengan agenda nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan Kabupaten Mempawah tahun 2027 diarahkan pada penguatan kualitas SDM, percepatan infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan,” kata Erlina.
Ia menjelaskan, fokus pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan daerah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing wilayah.
Dalam kesempatan itu, Erlina juga memaparkan capaian kinerja daerah. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah pada 2025 mencapai 8,24 persen, tertinggi di Kalimantan Barat.
Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan sejumlah indikator makro. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan naik menjadi 70,82, angka kemiskinan ditekan hingga 4,77 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 6,42 persen, serta pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp47,6 juta.
Selain itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga terus mengalir, termasuk peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari 100 liter per detik menjadi 200 liter per detik, serta bantuan rehabilitasi sarana olahraga dan infrastruktur jalan.
Di sektor pendidikan, Kabupaten Mempawah juga mendapatkan program pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, Erlina mengakui masih terdapat tantangan, terutama keterbatasan fiskal dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Melalui Musrenbang ini, saya berharap terbangun kesamaan persepsi serta lahir masukan yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, jajaran perangkat daerah provinsi, Forkopimda Kabupaten Mempawah, kepala OPD, serta berbagai pemangku kepentingan.






















Discussion about this post