
Jurnalis.co.id – Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kapuas Hulu dipastikan dibangun di tahun 2026. Lokasinya sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Yakni bekas bangunan Korpri di Jalan Rahadi Usman, Kelurahan Putussibau Kota.
“Untuk anggarannya sudah disiapkan dari Pemerintah Pusat. Belum lama ini, Kakanwil bersama rombongan sudah melihat lokasinya,” kata Kepala Kemenhaj Kabupaten Kapuas Hulu, Iswandi, baru-baru ini.
Iswandi mengatakan, untuk sementara ini Kantor Kemenhaj Kapuas Hulu akan pindah dan tidak bergabung lagi satu kantor dengan Kementerian Agama Kapuas Hulu. “Sambil menunggu Pembangunan, kita sewa tempat dulu selama setahun,” ucapnya.
Iswandi menjelaskan, selain dibangun kantor Kemenhaj, di lokasi eks Kopri Kapuas Hulu ini nantinya juga akan dibangun gedung untuk Asrama Haji.
“Cuma untuk pembangunan asrama haji ini kita belum tahu. Apakah akan dibangun tahun ini atau tidak. Hanya saja, lokasi akan tetap disitu berdampingan dengan kantor Kemenhaj,” ungkapnya.
Iswandi mengatakan, pembangunan asrama haji anggarannya berbeda. Karena menggunakan APBD Kapuas Hulu. Untuk mendorong percepatan pembangunan asrama haji, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Wakil Bupati.
“Alhamdulillah sambutan Wabup sangat baik. Beliau setuju jika asrama haji itu juga dibangun. Sehingga ketika asrama haji dan kantor Kemenhaj ini dibangun, tentu luar biasa bagi umat Islam,” ujarnya.
Iswandi bilang, ke depan masyarakat tidak perlu lagi melakukan pengurusan melalui kantor kabupaten lain atau instansi di provinsi. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pembinaan, hingga konsultasi keberangkatan haji dan umroh akan terpusat di daerah.
Ia pun berharap, kehadiran kantor dan asrama haji ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umroh. Sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap informasi dan administrasi ibadah.
“Selain itu, keberadaan kantor dan asrama baru ini ditargetkan mampu mendorong peningkatan efisiensi birokrasi serta mendukung misi nasional dalam memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji dan umroh di Indonesia,” demikian Iswandi. (Opik)





















Discussion about this post