
Jurnalis.co.id – Para ulama dan umaro Kabupaten Jember melepas jemaah calonhHaji 2026. Pelepasan ini dirajut dengan acara doa bersama di gedung serbaguna komplek Gelanggang Olah Raga (GOR) PKPSO Kaliwates, Jember, Senin (4/5/2026).
Ulama Jember diwakili oleh para pengasuh Pondok Pesantren, Pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan Islam. Sementara Umaro direpresentasikan oleh Forkopimda Kabupaten Jember yang dipimpin oleh Bupati Jember Gus Fawait. Dari unsur Pemerintah Pusat diwakili oleh Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Jember.
Gus Fawait menyampaikan, doa bersama digelar sebagai tanda pelepasan keberangkatan haji 2026. “Kata kyai saya, kalau ulama dan umaro bisa kompak, maka Insya Allah kemajuan dan kesejahteraan rakyat akan tercapai,” ucapnya.
Pada kesempatan ini, Gus Fawait mengajak para jemaah calon haji 2026 untuk bersyukur. Sebab memiliki kesempatan untuk beribadah haji. Karena tidak semua jemaah calon haji bisa menunaikan rukun Islam kelima itu, meski memiliki uang.
Gus Fawait juga menitipkan pesan, yakni berupa doa-doa yang dipanjatkan untuk Presiden Prabowo. Harapannya, semua program-program pemerintah pusat bisa berjalan dengan baik. Termasuk mendoakan Bupati Jember saat berada di Tanah Suci.
Dengan penuh kerendahan hati, kata Gus Fawait, ia turut memohon maaf bila 1,5 tahun menjabat sebagai bupati, masih ada kekurangan di sana-sini.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jember, Nur Sholeh dalam laporannya menyebutkan, ada 2.987 calon Jemaah Haji tahun 2026. Diantaranya, 2.956 jemaah warga Jember dan 31 petugas haji.
Jemaah dari Jember masuk pada kelompok terbang (kloter) 37 hingga 99. Bahkan sebagian ikut kloter 100 bersama calon Jemaah Haji dari Kabupaten Bondowoso. Kloter 37 jemaah berasal dari Kecamatan Wuluhan, Kalisat, Kencong dan Ledokombo. Mereka sudah diberangkatkan sejak 1 Mei 2026.
Khusus pemberangkatan oleh Bupati Jember, akan dilaksanakan pada 14 Mei 2026 di halaman Masjid Jami’ Kecamatan Tanggul. Ribuan calon Jemaah Haji akan menuju Bandara Juanda pada kloter 90 hingga 99.
Sebelum doa dilantunkan, ada pembacaan ayat Suci Al-Qur’an oleh Herman Hidayat. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh KH Badrus Shodiq. (Sgt)




















Discussion about this post