
Jurnalis.co.id – Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, bersama Anggota DPRD Kapuas Hulu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sekolah-sekolah untuk memantau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.
Satu diantara sekolah yang Sidak ialah SMA Negeri 02 Putussibau di Kecamatan Putussibau Selatan, Selasa (5/5/2026). Kunjungan mereka untuk memastikan program berjalan dengan baik, serta memberikan manfaat bagi para siswa yang menjadi sasaran penerima.
Sukardi memantau proses distribusi makanan, kualitas menu yang disajikan kepada siswa hingga mekanisme pengolahan makanan di dapur penyedia layanan.
Selain itu, ia juga berdialog dengan pihak sekolah dan para siswa untuk mengetahui secara langsung, respon mereka terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Dari hasil Sidak hari ini, tampaknya kualitas menu MBG sudah terpenuhi dengan semua persyaratan. Kalau pun ada kekurangan sedikit, sudah kita sampaikan kepada pengelola untuk diperbaiki,” ujar Sukardi.
Sukardi membeberkan, selama program MBG ada di Kapuas Hulu, hanya sempat muncul kendala seperti keracunan. Maka dari itu, ke depan seluruh dapur MBG Kapuas Hulu dapat memperhatikan hal-hal yang menyangkut kebersihan.
“Menu-menu yang disiapkan serta didistribusikan SPPG harus diperhatikan. Saya tekankan kepada pengelola dapur MBG, kedisiplinan pelaksanaan program ini wajib. Sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lugasnya.
Sukardi menambahkan, hingga detik ini masih ada 4 SPPG di Kabupaten Kapuas Hulu yang belum beroperasi karena belum memenuhi persyaratan.
“Kita minta SPPG untuk melengkapi dulu persyaratannya. Sesuai yang diminta BGN, sebelum beroperasi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Topan Ali Akbar menyampaikan, program MBG merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dengan tujuan baik. Yakni meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, serta mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
Topan pun menyarankan, supaya pemerintah daerah maupun DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan. Mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima oleh para siswa di sekolah.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program ini. Memastikan kualitas menu, proses pengolahan hingga distribusinya berjalan dengan baik. Sehingga anak, benar-benar menerima makanan yang layak dan bergizi,” ucapnya.
Camat Putussibau Selatan, Sapril menambahkan, pihaknya tetap mendukung program MBG. Maka dari itu, ia mengingatkan kepada penerima manfaat MBG. Jika terdapat kekurangan dalam program ini, dapat disampaikan langsung kepada sekolah.
“Siswa penerima jangan latah. Ketika ada menu MBG yang terdapat kekurangan, jangan langsung mengupload ke media sosial. Tapi laporkan dulu tersebut ke guru. Sehingga tidak berdampak ke kita semua,” demikian Sapril. (Opik)






















Discussion about this post