
Jurnalis.co.id – Tidak sekadar tumbuh menjadi industri pertambangan, PT Cita Mineral Investindo Tbk juga hadir dengan peran berbeda. Yakni penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal ini memperlihatkan PT CM bukan hanya sebagai penggerak ekonomi skala besar, tetapi juga sebagai mitra strategis untuk masyakarat sekitar tambang. Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Cita Rasa (2/5/2026.
Kegiatan ini hasil kolaborasi lintas sektor. Terutama stakeholder lingkar tambang, menghadirkan pelaku UMKM dari wilayah sekitar tambang untuk menampilkan beragam produk unggulan berbasis potensi lokal.
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, namun juga sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing serta berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan Air Upas ini mencatatkan partisipasi signifikan. Melibatkan 8 Desa di Kecamatan Air Upas, dengan total lebih dari 50 pelaku UMKM yang menghadirkan 180 produk unggulan.
Di festival itu, setiap desa diberikan satu stand khusus yang menaungi berbagai kelompok UMKM dengan variasi produk olahan masing-masing. Produk yang ditampilkan mencakup olahan pangan tradisional, minuman herbal, hingga kerajinan tangan kreatif yang mencerminkan kearifan lokal.
Camat Air Upas, Samson Nopen, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PT CMI. Ia berharap, upaya tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Sinergi ini merupakan bukti, bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan ruang kreativitas bagi desa. Sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara langsung,” ucap Nopen.
Ketua TP PKK Kecamatan Air Upas, Oria Olen menyampaikan, festival ini adalah media penguatan identitas budaya bagi para perempuan penggerak ekonomi desa. Bahkan, memotivasi para pelaku UMKM agar terus berinovasi.
Festival kali ini dikonsepkan dalam bentuk kompetisi antar desa. Setiap stand, diuji melalui proses penjurian komprehensif, melibatkan perwakilan berbagai instansi. Yaitu perusahaan, pemerintah kecamatan, serta penelaah Teknis Dinas Koperasi dan UMKM Ketapang.
Penilaian dilakukan secara paralel. Mencakup aspek inovasi produk, kualitas kemasan, hingga potensi komersialitas produk di pasar yang lebih luas.
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa dan berperan sebagai pendorong lahirnya motivasi untuk menampilkan standar produk lokal terbaik yang mampu bersaing secara profesional.
Kehadiran pakar dari dinas terkait dan manajemen PT CMI dalam sesi evaluasi bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung bagi UMKM. Untuk memastikan produk dari desa-desa di Kecamatan Air Upas memiliki daya saing yang mampu memenuhi standar pasar nasional.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan masyarakat inklusif yang dijalankan perusahaan untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pjs Site Manager Air Upas, Ivanozelia Putut Wijaya menyatakan, diselenggarakannya Festival Cita Rasa merupakan bagian dari strategi pengembangan masyarakat yang inklusif.
“Kami percaya bahwa kemandirian desa dimulai dari penguatan ekonomi terkecil, yaitu UMKM. Melalui festival ini, kami berharap produk-produk khas Air Upas dapat naik kelas dan dikenal lebih luas bahkan hingga nasional,” ujar Putut.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang pameran dan penyerahan penghargaan kepada para pelaku UMKM terbaik.
Hadirnya Festival Cita Rasa diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. (Lim)






















Discussion about this post