
Jurnalis.co.id – Tim Panitia Khusus (Pansus) LKPj Bupati Tahun Anggaran 2025 melakukan uji petik ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Achmad Diponegoro Putussibau, Rabu (6/5/2026).
Tim Pansus DPRD Kabupaten Kapuas Hulu didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau mengecek seluruh ruangan rumah sakit.
Satu per satu ruangan dicek. Hasilnya masih ada ditemukan fasilitas rumah sakit yang belum maksimal. Diantaranya adalah AC di beberapa ruangan tidak berfungsi, sampah medis, pelayanan BPJS Kesehatan dan lainnya.
Ketua Tim Pansus LKPJ Bupati Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2025, Andi Aswad menyampaikan, kunjungan legislator ke rumah sakit untuk melihat aspek bangunannya. Menurutnya, Pemkab Kapuas Hulu sudah berupaya membangunnya.
“Hanya saja, di rumah sakit ini masih banyak kekurangan. Dimana fasilitas di dalamnya ada yang tidak berfungsi. Contoh saja, ketika kami ke ruangan IGD, cukup fatal. Karena AC-nya tidak menyala. Saya lihat ini seperti pembiaran, dari pertama diserahkan pembangunan ini, konon hidup AC-nya cuma 2 atau 3 minggu. Setelah itu tidak lagi hidup,” katanya.
Temuan ini, kata Andi Aswad, harus direspon Pemerintah Daerah. Mereka harus bisa menghadirkan ke masyarakat, pelayanan yang prima. Politisi Demokrat ini juga bicara soal tenaga kesehatan. Dokter spesialis di rumah sakit tersebut baru 11 orang.
“Nanti dalam rekomendasi, kita minta supaya Pemda fokus untuk menghadirkan tenaga kesehatan di Kapuas Hulu. Minimal sesuai yang standarnya dululah,” ujarnya.
Ia pun memberi catatan, supaya pelayanan dasar kesehatan di rumah sakit ini bisa dinikmati oleh masyarakat Kapuas Hulu. “Tolong jangan sampai ada rumah sakit di dalam rumah sakit. Jangan sampai, ada orang dalam dulu, baru bisa mendapatkan fasilitas pelayanan rumah sakit,” pesannya.
Andi mengingatkan, siapapun masyarakat Kapuas Hulu yang datang ke rumah sakit, wajib berikan pelayanan yang terbaik.
“Jangan sampai ada tebang pilih pelayanan kesehatan kepada Masyarakat. Siapapun masyarakat yang datang, harus diberikan pelayanan yang terbaik,” ingatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso menyampaikan, kekurangan yang ada di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau saaat ini, harus dibenahi secara bersama.
“Sebenarnya dari dulu saya berharap, ada momen seperti ini. Yakni, anggota DPRD sering berkunjung ke rumah sakit untuk memantau kondisi di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau,” ujarnya.
Sudarso tidak menampik, jika masih banyak kekurangan fasilitas dan pelayanan di RSUD dr Achmad Diponegoro. Ia pun berjanji untuk terus melakukan pembenahan.
“Maka, marilah bersama-sama memikirkan bagaimana pelayanan RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau semakin baik. Terutama soal pelayanan dan sebagainya,” ungkapnya.
Soal kerusakan AC di rumah sakit, kata Sudarso, memang sudah lama terjadi, namun bukan berarti pihaknya membiarkan hal tersebut.
“Jadi bukan kita tidak ada anggaran untuk perbaiki AC rumah sakit itu. Hanya saja, teknisi untuk memperbaiki AC itu yang tidak ada. Infonya, teknisi untuk memperbaiki AC inikan adanya di Surabaya,” kilah Sudarso.
Ia mengatakan, AC rumah sakit sebenarnya sudah lama juga tidak dipakai. Bahkan sejak adanya bangunan baru. Sehingga berpengaruh juga terhadap penggunaan AC.
“Tapi kita usahakan secepatnya AC itu diperbaiki, supaya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat benar-benar maksimal,” janjinya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Paulus Miki menyampaikan, rumah sakit yang ia pimpin tidak bisa berdiri dan bejalan tanpa ada dukungan semua pihak. Oleh karena itu, ia membutuhkan masukan semua pihak.
“Pastinya, pelayanan di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau masih banyak kekurangan. Ke depan, kita terus membenahi supaya pelayanan yang lebih baik lagi,” lugasnya.
Miki juga mengungkap, untuk masalah kerusakan AC di rumah sakit, menurutnya sudah lumayan lama. Bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai direktur rumah sakit.
“Kita sadari banyak keluhan pasien dan Masyarakat soal AC yang mati. Memang, AC yang rusak itukan ada di lantai 3 dan 4. Tapi tahun ini, AC kita segera perbaiki. Tinggal menunggu vendor saja. Bagaimana mau dikerjakan, penawaran saja belum masuk,” demikian Paulus Miki. (Opik)






















Discussion about this post