
Jurnalis.co.id – Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkemas) Kabupaten Kapuas Hulu yang dibangun di Jalan Lintas Barat, Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, hingga detik ini tidak terpakai.
Padahal, Labkemas Kapuas Hulu ini menelan uang negara hingga Rp 18 miliar saat dibangun pada tahun 2025 lalu. Dari luar, bangunan tampak kosong tidak aktifitas.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso menyampaikan, pihaknya masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengoperasikan laboratorium tersebut.
“Fasilitas di laboratorium itu belum lengkap, tetapi kita sudah harus mengoperasionalkannya. Terutama untuk SDM-nya,” kata Sudarso, baru-baru ini.
Di Kota Putussibau, seorang warga bernama Hamzah berharap, laboratorium kesehatan ini cepat dioperasikan. Karena memberikan manfaat yang krusial bagi Masyarakat.

Diantaranya mendeteksi dini penyakit, menegakkan diagnosis yang akurat, memantau pengobatan, serta melakukan surveilans penyakit.
“Laboratorium kesehatan ini digunakan untuk tempat berbagai jenis tes dan analisis. Tujuannya untuk mendukung diagnosis, pengobatan, dan pemantauan kondisi kesehatan,” ujar Hamzah.
Sehingga, kata Hamzah, dengan adanya fasilitas laboratorium tersebut, masyarakat tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah. Apalagi hanya untuk memastikan jenis penyakit yang diderita.
“Selama inikan, banyak juga pemeriksaan yang belum bisa ditangani oleh laboratorium di Rumah Sakit Putussibau,” kritiknya. (Opik)





















Discussion about this post