
Jurnalis.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, mengapresiasi para pelajar SMP Negeri 2 Pakisaji yang sukses menelurkan lima judul buku orisinal hasil karya sendiri.
Prestasi membanggakan ini dinilai sebagai bukti keberhasilan penerapan metode pembelajaran inovatif Project Based Learning (PBL) di sekolah tersebut.
Bagus menyampaikan, karya nyata yang dihasilkan para siswa ini merupakan bukti, bahwa metode pembelajaran yang berbasis proyek mampu menggali potensi dan kreativitas peserta didik secara maksimal.
“Menghasilkan lima buku orisinal bukan hal mudah. Ini menunjukkan bahwa metode PBL yang diterapkan benar-benar efektif mengasah kemampuan literasi, berpikir kritis, dan kerja sama pelajar,” kata Bagus dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Bagus menguraikan, kelima buku tersebut merupakan hasil riset dan tulisan mandiri para pelajar yang dikemas dalam bentuk yang menarik dan informatif.
Melalui pendekatan PBL, pelajar tidak hanya diajak belajar teori di dalam kelas. Tetapi ditantang untuk menyelesaikan sebuah proyek nyata hingga menjadi produk akhir yang bermanfaat, yaitu buku.
Keberhasilan ini juga menjadi contoh nyata transformasi pendidikan di Kabupaten Malang yang terus mendorong peningkatan kualitas melalui inovasi pembelajaran.

Dinas Pendidikan berharap, prestasi ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dan melahirkan karya-karya cemerlang dari para generasi muda.
Sementara itu, pihak sekolah mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Kepala Sekolah SMPN 2 Pakisaji, Muhammad Ja’far menegaskan, bakal terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembelajaran supaya lebih banyak lagi karya-karya orisinal yang lahir dari kreatifitas pelajar.
“Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari arahan dan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang selalu mendorong sekolah untuk bertransformasi menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan berkarakter,” ujar Ja’far.
“Dukungan Dinas Pendidikan selama ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif dan mandiri,” demikian Muhammad Ja’far. (Pro)





















Discussion about this post