
Jurnalis.co.id – Satgas Infrastruktur Tata Ruang (ITR) Kabupaten Jember mulai menertibkan area depan Pasar Sabtuan, Kecamatan Kaliwates, Selasa (12/5/2026). Penerbitan ini merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia ASRI. Yakni Aman, Sehat, Resik, Indah.
Untuk diketahui, di depan Pasar Sabtuan atau Pasar Tegalbesar, masih banyak Pedagang Kaki Lima yang berjualan di atas trotoar. Bahkan mereka menggelar dagangan, yang dijajakan di atas kendaraan pickup dan sepeda motor di bahu jalan.
Sementara sisi barat jalan, persis di depan pasar Sabtuan. Setiap pagi, area ini dipakai jualan ayam, burung merpati hingga unggas lainnya. Ada juga PKL yang menjual gorengan, jajanan dan kerupuk.
Sedangkan di sisi timur jalan, tepat depan Rumah Sakit Paru yang sedang dalam pembangunan, dijadikan PKL sebagai lapak menjual buah-buahan. Ada pula warung makan, penjual cilok, sate telur.
Sebagian besar PKL di sisi timur tidak berubah dari pagi hingga malam hari. Bahkan sampai esok hari, masih tetap sama. Mereka tidak berpindah. Kondisi ini, membuat ruas jalan menyempit.
Tidak jauh dari sana, di sebelah utara, ada traffic light di pertigaan Jalan Letjen Basuki Rachmad dengan Jalan Teuku Umar. Di sebelah selatan RS Paru, ada SPBU Pertamina 35.681.35 yang sering meluber, tumpah ke jalan di kala antri BBM.
Situasi tersebut berlangsung bertahun-tahun. PKL sempat digusur saat pagar di sebelah timur jalan dipugar. Kala itu, tahun 2013 masih berupa tanah dan bangunan milik Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Tetapi setelah itu mereka kembali lagi hingga sekarang.
Namun, kali ini Tim ITR mendatangi PKL-PKL di area tersebut, untuk mensosialisasikan: bahwa kawasan itu harus bersih dan rapi sesuai peruntukannya. Penertiban PKL akan dilakukan secara bertahap.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, Bambang Rudiyanto menjelaskan, hari ini pihaknya untuk tahap pertama menyosialisasikan kepada PKL untuk lebih tertib dan menjaga kebersihan.

“Ke depannya, kalau rumah sakit di sana sudah operasional, tentunya area ini harus clean and clear,” tegas Bambang Rudianto kepada wartawan Jurnalis.co.id, Selasa, (12/5/2026).
Satpol PP telah membuat rencana untuk memindahkan PKL-PKL di Pasar Sabtuan tersebut. “Tentunya ada beberapa alternatif, lahan mana yang bisa dipakai untuk saudara-saudara kita berjualan. Bisa di dalam pasar situ atau di lahan lainnya,” jelas Bang Rudi, sapaan akrabnya.
Satpol PP Jember hingga hari ini belum mendapat informasi resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berkaitan rencana pembukaan RS Paru Jember.
Sementara itu, Bang Rudi berterima kasih atas peran Haji Anshori, Ketua LSM (Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat (Gempar) karena telah menjadi ‘Bapak’ para PKL Pasar Sabtuan.
“Ya, terima kasih kak Toan Anshori. Tadi sudah menjadi pelopor untuk melakukan penertiban,” ucap Bang Rudi kepada Anshori yang merupakan teman lamanya.
Terakhrm Kasatpol PP Jember mengimbau, khususnya kepada seluruh PKL Pasar Sabtuan untuk mematuhi peraturan.
“Rekan-rekan dan saudara-saudara PKL harus mematuhi apa yang sudah kita rencanakan, untuk lebih tertib. Tadi sudah diberi contoh oleh Kak Toan Anshori,” tutup Bang Rudi. (Sgt)




















Discussion about this post