
Jurnalis.co.id – Bupati Malang, H.M Sanusi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Anis Zaidah Sanusi dan Kepala Dinas Pertanian, melakukan panen raya melon unggulan di Dana Mulya Farm, Dusun Ngrendeng, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Senin (18/5/2026).
Dana Mulya Farm mengembangkan dua jenis melon unggulan. Yaitu Melon Emas dan Melon Sakata. Budidaya-nya menggunakan sistem hidroponik dan perlindungan tanaman (rumah kaca). Kebun ini menjadi salah satu percontohan pertanian modern, dengan hasil panen yang telah memenuhi standar kualitas internasional.
Melon ini memiliki tingkat kemanisan 13–15 Brix, daging buah tebal, bersih dari residu kimia, serta memiliki daya simpan lama. Sehingga sangat layak dipasarkan ke pasar modern maupun luar negeri.
Dari lahan seluas 1.200 meter persegi, setiap masa panen, kebun ini mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton dengan nilai jual yang sangat menjanjikan. Yakni mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Bupati Malang, Sanusi, mengapresiasi kerja keras dan inovasi yang diterapkan oleh pengelola Dana Mulya Farm. Keberhasilan ini, menurutnya, telah membuktikan bahwa petani Kabupaten Malang mampu berproduksi dengan standar dunia.
“Melon dari sini bahkan sudah ada kontrak pemasaran ke Hongkong dan Singapura. Harapan saya, semangat dan teknologi ini dapat menular ke desa-desa lain, demi meningkatkan kesejahteraan petani,” gugah Sanusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultural dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medica, memberikan apresiasi sekaligus jaminan dukungan penuh dari pemerintah.

Menurut Medica, keberhasilan Dana Mulya Farm di Desa Sumberoto adalah bukti nyata bahwa pertanian di Kabupaten Malang sudah maju dan berdaya saing tinggi.
“Penerapan sistem hidroponik dan budidaya dalam rumah kaca bukan sekadar gaya baru. Tetapi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim, dengan hasil kualitas buah yang jauh lebih unggul,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Medica berjanji, berkomitmen untuk mendampingi petani. Dinas Pertanian akan memberikan pendampingan teknis, pelatihan, serta memfasilitasi akses permodalan dan jaringan pasar secara berkelanjutan.
“Kami bertekad menjadikan produk pertanian Malang seperti melon ini sebagai komoditas andalan yang tidak hanya beredar di pasar lokal. Namun menjadi produk kebanggaan yang mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Demi menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa,” janjinya.
Pemilik Dana Mulya Farm, Untung, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah. Ia pun bertekad untuk terus meningkatkan kualitas serta mengajak petani lain mengembangkan pertanian yang lebih maju.
Acara ini kemudian ditutup dengan peninjauan langsung proses pemilahan buah dan perjanjian kerja sama pemasaran dengan mitra usaha. (Pro)





















Discussion about this post