
Jurnalis.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Barat (KLB) melalui UPP Kalbagbar 2 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bahaya Listrik kepada murid SD Negeri 07 Sintang, baru-baru ini.
Pegawai PLN memberikan edukasi soal potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, pengenalan rambu-rambu keselamatan ketenagalistrikan, serta langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat akibat terkena sengatan listrik.
Edukasi ini disampaikan secara interaktif untuk mendorong keaktifan siswa dalam bertanya, berdiskusi serta memahami berbagai potensi bahaya Listrik. Diharapkan, mereka memahi langkah keselamatan yang perlu diterapkan di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dapat memberikan cakrawala pengetahuan baru bagi murid-murid terkait pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah SD Negeri 07 Sintang, Ibni Malik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan listrik penting diberikan sejak dini, agar murid memiliki pemahaman yang baik terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar.
Manager PLN UPP KLB 2, Ronald Lapasau menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan.

Ia berharap, materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kewaspadaan para murid dalam penggunaan listrik sehari-hari.
General Manager PLN UIP KLB, Susilo menegaskan, PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan edukasi keselamatan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemahaman terkait keselamatan listrik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
PLN UIP KLB akan terus berkomitmen melaksanakan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dapat terus meningkat dan tertanam sejak dini. (bor)





















Discussion about this post