
Jurnalis.co.id – Wakil Bupati Malang, Dra Hj Lathifah Shohib menyampaikan, untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat serta meningkatkan kesejahteraan petani, tidak dapat berjalan sendirian.
Oleh karena itu, Lathifah, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersatu hati dan memperkuat sinergi dalam pembangunan sektor pertanian.
“Kabupaten Malang dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa Timur,” ucap Lathifah saat Rapat Koordinasi dan Penyusunan Strategi Ketahanan Pangan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak sedikit. Mulai dari perubahan cuaca, keterbatasan akses teknologi, hingga masalah pemasaran hasil panen.
“Semua ini membutuhkan peran serta dari semua pihak. Pemerintah daerah hadir sebagai pengarah dan pendukung. Tapi keberhasilan ada di tangan kita bersama,” gugah Lathifah.
Dia menambahkan, bahwa sinergi yang terjalin nantinya akan difokuskan pada tiga hal utama. Yakni peningkatan produktivitas lahan, pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dan jaminan kepastian harga bagi petani.
Pemerintah, kata Lathifah, akan mendorong penerapan cara budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Serta memperbaiki sarana dan prasarana pertanian. Seperti jaringan irigasi dan akses jalan menuju lokasi pertanian.
“Kita terus berupaya supaya petani tidak hanya mampu memproduksi hasil panen yang banyak, tetapi juga mendapatkan keuntungan yang layak,” lugasnya.
Salah satu cara yang akan dilakukan ialah dengan mengembangkan sistem pemasaran yang terorganisir. Mulai dari menjalin kerja sama dengan pasar tradisional dan modern. Hingga membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha pengolahan hasil pertanian.

Sekadar informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas terkait, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha pertanian hingga perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, salah seorang perwakilan petani menyampaikan, bahwa mereka membutuhkan pendampingan dan pelatihan. Supaya dapat mengikuti perkembangan teknologi pertanian saat ini. Mereka juga berharap adanya perlindungan dari risiko kerugian akibat bencana alam atau gagal panen.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lathifah menyatakan, pemerintah daerah akan segera menyusun program pendampingan yang terstruktur, serta memperluas jangkauan program asuransi usaha pertanian untuk melindungi kepentingan para petani.
Dalam forum tersebut, Lathifah juga bicara pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelangsungan sektor pertanian. Dia mengharapkan, pekerjaan bertani dianggap remeh dan merupakan gaya kerja lama.
“Saat ini, banyak peluang dan inovasi yang bisa dikembangkan di bidang ini. Mari kita ajak pemuda-pemudi kita untuk mencintai dan menekuni pertanian. Karena di situlah masa depan ketahanan pangan kita berada,” serunya.
Acara tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan pertukaran pengalaman antar peserta, serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dengan beberapa lembaga dan pelaku usaha untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Kita mulai dari langkah kecil, tapi dengan kebersamaan dan kerja keras. Saya yakin, kita bisa mewujudkan Kabupaten Malang yang mandiri pangan dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak,” tutup Lathifah. (Pro)



















Discussion about this post