
Jurnalis.co.id – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perubahan zaman.
Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” memiliki makna tersendiri. Yakni menegaskan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.
Bahasan mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai refleksi atas semangat berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu menjadi tonggak kesadaran berbangsa, ketika perjuangan mulai bergerak dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, diplomatik, dan organisasi.

Ia pun mengajak untuk terus menghidupkan semangat pada kebangkitan. Karena tantangan bangsa hari-har ini sudah berubah. Tidak sekadar bicara tentang kedaulatan wilayah. Namun juga kedaulatan informasi.
“Termasuk kualitas sumber daya manusia dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” kata Bahasan ketika berpidato di Apel Hari Kebangkitan Nasional ke 118 pada Rabu (19/5/2026).
Bahasan berpendapat, kebangkitan nasional adalah proses yang terus bergerak mengikuti tantangan zaman, tanpa kehilangan jati diri. Pada 2026, tantangan bangsa semakin kuat di bidang transformasi digital, ruang informasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, tema peringatan tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini. Generasi muda harus dilindungi, dibina dan diberi ruang tumbuh yang sehat. Supaya mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas dan berdaya saing.
Tidak lupa, Bahasan juga menekankan, pentingnya peran keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga anak-anak dari risiko ruang digital. Ia menyebut perlindungan generasi muda di ruang digital menjadi bagian penting dari pembangunan manusia di era modern.
“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Bahasan menilai, semangat Kebangkitan Nasional harus diterjemahkan dalam kerja nyata untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pelayanan kesehatan dan membangun ekonomi masyarakat yang mandiri.
Bahasan juga mengajak generasi muda Pontianak untuk menyalakan kembali api kebangkitan dengan cara belajar, berkarya, berinovasi dan ikut berkontribusi bagi kemajuan kota.
Peringatan Harkitnas 2026 ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen. Mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk memperkuat solidaritas sosial dan literasi digital.
“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini. Misalnya cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” demikian Bahasan. (*)





















Discussion about this post