
Jurnalis.co.id – Bupati Kubu Raya, Sujiwo menyampaikan, jumlah sapi kurban dari bantuan pemerintah di tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan bila dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika yang sudah-sudah berkisar 14 ekor, kini mencapai 23 ekor.
“Alhamdulillah tahun ini cukup meningkat. Biasanya paling 14 ekor. Sekarang bisa sampai 23 ekor sapi,” kata Bupati Sujiwo usai melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Awwaluddin, Sungai Raya, Rabu (27/5/2026).
Sujiwo menambahkan, dari 23 ekor sapi tersebut, sebanyak 16 ekor berasal dari partisipasi sejumlah organisasi perangkat daerah. Sementara sisanya dari bupati, wakil bupati serta bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Termasuk bantuan Presiden RI.
Pria yang akrab disapa Jiwo ini mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Secara khusus, Jiwo bilang, bantuan hewan kurban dari pemerintah provinsi menjadi simbol kuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang pulih.
Ia juga mengapresiasi Sekretaris Daerah dan jajaran yang telah menunjukkan semangat gotong royong melalui partisipasi kurban. “Terima kasih kepada Pak Sekda dan teman-teman perangkat daerah. Ini luar biasa,” ucap Jiwo.
Ia mengungkapkan, tahun ini distribusi daging kurban tidak hanya menyasar masyarakat umum. Distribusi juga diarahkan kepada ASN paruh waktu dan tenaga honorer yang selama ini jarang tersentuh pembagian kurban.

Untuk diketahui, hewan kurban bahkan disembelih khusus di kawasan Masjid Al-Isra di kompleks kantor bupati. Ini bertujuan supaya pendistribusian lebih tepat sasaran. Jiwo bilang, banyak ASN paruh waktu yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, meski berstatus aparatur pemerintah.
“Kalau yang paruh waktu juga kasihan. Kedengarannya ASN, tapi ada juga penghasilan mereka itu untuk makan saja tidak cukup. Maka, ada yang kita potong juga di Masjid Al-Isra,” jelasnya.
Jiwo menyampaikan, Idul Adha harus dijadoikan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Ia berharap, semangat berbagi yang tumbuh pada hari raya kurban, tidak berhenti pada seremoni tahunan. Namun menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan momentum Idul Adha ini, Allah menyertakan keberkahan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Kita semua dijauhkan dari fitnah, marabahaya, bencana, wabah, dan penyakit. Amin,” demikian Sujiwo. (Sul)




















Discussion about this post