
Jurnalis.co.id – Dua pekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang dilaporkan mengalami kecelakaan kerja pada April 2026. Sebagaimana informasi dari lokasi, insiden tersebut disebabkan alat berat crane roboh di atas kapal tongkang.
Akibat dari eksiden tersebut, seorang pekerja dikabarkan mengalami cedera parah. Dua pahanya remuk. Bahkan informasi terakhir, korban meninggal dunia, meski sempat dirawat di Rumah Sakit. Sementara seorang lainnya mengalami luka-luka.
“Setahu saya sih, yang remuk pahanya itu bukan operator. Ada pekerja lainnya,” kata seorang pekerja dari Kawasan Industri Pulau Penebang yang namanya dirahasiakan pada Minggu, (31/5/2026).
Menurut pria ini, operator crane hanya mengalami luka-luka. “Yang parah itu, ada pekerja yang sedang numpang tidur di kabin depan crane,” bebernya.
Sementara itu, seorang sumber lainnya membenarkan kejadian crane roboh di atas kapal. Insiden fatality itu terjadi pada April 2026. Namun, pria asal Jawa ini lupa kejadiannya tanggal berapa.
“Saya melhat langsung waktu itu. Keduanya pahanya remuk,” ungkapnya.
Menurut lelaki ini, crane memang roboh dan terbalik di atas kapal yang sedang berada di bibir pantai Pulau Penebang. “Setelah dirawat di RS, akhirnya meninggal,” ujarnya.

Redaksi Jurnalis.co.id menerima kiriman video dari seorang pekerja Kawasan Industri Pulau Penebang. Video amatair berdurasi 17 detik itu memperlihatkan satu unit crane tumbang di tepi daratan buatan.
Informasi ini kemudian dikonfirmasikan kepada PT Dharma Inti Bersama sebagai pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang pada Minggu, 31 Mei 2026 malam.
“Saya izin cek sebentar ya informasi di atas,” jawab Prisca Niken, Vice President Corporate Communications PT Dharma Inti Bersama.
Satu setengah jam kemudian, Niken mengaku belum mendapat laporan soal crane jatuh di wilayah operasional perusahaanya. “Belum dibales nih pak. Nanti kalau sudah ada info, segera saya kabari ya pak,” kata Niken.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari PT Dharma Inti Bersama. (dis/rdh)





















Discussion about this post