
Jurnalis.co.id – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memastikan seluruh penduduknya telah memiliki akses layanan Kesehatan. Apalagi capaian Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 99,69 persen.
Demi menjaga dan memperkuat capaian tersebut, Pemkab Kayong Utara akan bersinergi dengan BPJS Kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh warganya memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut dipertegas Pemkab Kayong Utara melalui Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk UHC Berkualitas pada Rabu (3/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya didampingi Sekretaris Daerah Erwin Sudrajat dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Evi Retno Nurlianti, di Ruang Rapat Bupati Kayong Utara, Kota Sukadana.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Evi menyampaikan, capaian UHC Kabupaten Kayong Utara telah mencapai 99,69 persen. Dengan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 127.644 jiwa.
“Tingkat keaktifan peserta juga tercatat mencapai 88,61 persen, menunjukkan tingginya akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan melalui Program JKN,” papar Evi.
Dia bilang, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, khususnya dalam memperluas cakupan kepesertaan. Sekaligus menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Kayong Utara menjadi salah satu daerah dengan capaian UHC yang sangat baik. Namun demikian, tantangan ke depan adalah menjaga tingkat keaktifan peserta. Supaya masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, BPJS Kesehatan, serta berbagai otoritas dalam menjaga keberlangsungan program JKN di daerah.
Romi mengatakan, upaya rekonsiliasi dan pemutakhiran data kepesertaan selama ini telah berjalan dengan baik. Namun ke depan, diperlukan langkah-langkah inovatif untuk memperluas kolaborasi. Sehingga beban pembiayaan daerah dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
“Saya pikir semuanya sudah berjalan dengan baik. Mulai dari proses rekonsiliasi data dan berbagai langkah yang telah dilakukan. Yang menarik adalah bagaimana kita terus membangun dukungan dan sinergi. Tadi misalnya yang MBG-MBG, itukan kan kalau mereka iurannya dibayarkan oleh yayasan, kan bisa meringankan beban Pemda,” ucapnya.
Romi bilang, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting di tengah kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan kepesertaan JKN perlu terus didorong.
“Karena itu, sinergi menjadi kunci supaya perlindungan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal. Terima kasih, saya pikir semuanya berjalan dengan cukup baik,” lugasnya. (Bak)






















Discussion about this post