
Jurnalis.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, mengajak seluruh ASN serta masyarakat untuk mengubah paradigma berpikir, khususnya soal pemerintah daerah tidak terus bergantung pada transfer pusat.
Yusran bilang, kemandirian fiskal dan penguatan sektor riil melalui perusahaan umum daerah atau Perumda penting dilakukan.
“Perumda bisa menjadi perusahaan induk yang menghubungkan ribuan UMKM di Kubu Raya dengan industri besar serta pasar yang lebih luas,” kata Yusran saat memimpin rapat persiapan usaha Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan ini, Yusran menyoroti, rendahnya kemandirian keuangan daerah Kubu Raya yang masih sekitar 12 persen. Menurutnya, angka itu menunjukkan daerah masih tergantung dari transfer dari pemerintah pusat.
“Kenapa ini penting? Saat ini kita tergantung dari transfer. Kemandirian keuangan daerah kita berapa persen? Hanya 12 persen,” ulasnya.
Karena itu, Yusran berharap, ASN dan Perumda tidak bergerak di sektor finansial. Tapi langsung ke sektor riil. Sebab, sektor riil bisa menyentuh langsung masyarakat dan memutus rantai pasok panjang yang selama ini merugikan pelaku UMKM.
Ke depan, kata Yusran, Perumda diminta langsung kontrak dengan pabrik sesuai semangat Presiden soal pemangkasan rantai pasok.
“Nah, bagaimana caranya sesuai semangat Pak Presiden. Pangkas rantai pasok. Perumda langsung kontrak dengan pabrikan,” ucapnya.
Yusran memaparkan, konsep Perumda ke depan sebagai holding atau perusahaan induk dari 39 ribu UMKM di Kubu Raya dari berbagai sektor. Dengan skema itu, Perumda akan punya divisi dan unit usaha yang menaungi ribuan pelaku usaha kecil.
“Bayangkan, suatu perusahaan dengan unit produksi sebanyak 39 ribu,” timpalnya.
Terakhir, Yusran mendorong ASN dan masyarakat mengubah pola pikir tentang kemandirian dan pertahanan ekonomi daerah.
“Ayo kita ubah mindset kita, paradigma kita tentang kemandirian dan pertahanan. Ini mesin kuat bagi kita,” demikian Yusran Anizam. (Sul)





















Discussion about this post