
JURNALIS.co.id – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung mengenang pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran panitia yang dipimpin Syarif Iwan Taruna Alkadrie di ruang kerja Gubernur, Kamis (04/06/2026).
Gubernur Norsan menyampaikan komitmennya untuk hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar peringatan keagamaan dan penghormatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan yang telah diwariskan para pendiri daerah.
“Haul Akbar dan Ziarah Agung ini bukan hanya ruang mengenang sejarah dan memperingati nilai-nilai religius, tetapi juga momentum untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan sebagaimana diwariskan para pendiri daerah,” tuturnya.

Sebagai tokoh yang berasal dari Mempawah, Norsan turut mengulas keterikatan historis antara Mempawah dan Pontianak. Ia menyebut hubungan tersebut tercermin dalam sejarah Kesultanan, di mana Putri Candra Midi, istri Sultan Syarif Abdurrahman, yang merupakan putri dari Raja Mempawah, Raja Opu Daeng Menambon.
“Kami mendukung kegiatan bernilai sejarah dan religi ini. Hubungan emosional dan historis antara Mempawah dan Pontianak sangatlah erat. Figur Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bukan hanya pendiri kota, melainkan tokoh pembaharu yang sejak awal telah berhasil menyatukan keberagaman suku dan etnis di Kalimantan Barat,” ujar Norsan.
Ketua panitia, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan malam Tahun Baru Islam. Agenda akan diawali dengan Ziarah Agung berupa pawai dari Alun-Alun Kapuas menuju kawasan Makam Kesultanan di Batu Layang.
Selanjutnya, pada hari kedua akan dilaksanakan Haul Akbar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak dengan menghadirkan penceramah dari Hadramaut (Yaman), Sidogiri, dan Jakarta.
“Pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung tahun ini dirangkai sekaligus dalam momentum menyambut malam Tahun Baru Islam. Kegiatan akan diawali dengan Ziarah Agung melalui pawai dari Alun-Alun Kapuas menuju Makam Kesultanan di Batu Layang, dan dilanjutkan keesokan harinya dengan Haul Akbar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak yang menghadirkan penceramah dari Hadramaut (Yaman), Sidogiri, serta Jakarta,” ujar Syarif Iwan Taruna Alkadrie.
Menurut Syarif Iwan, nilai yang diwariskan Sultan Syarif Abdurrahman tetap relevan hingga saat ini. Ia menilai sang sultan telah menunjukkan praktik nyata persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka melalui pembentukan kawasan permukiman multietnis di Pontianak yang dihuni masyarakat Bugis, Melayu, Banjar, Arab, hingga komunitas Tionghoa.
Ia juga menyinggung kontribusi Sultan Hamid II sebagai perancang lambang negara Garuda Pancasila yang menjadi simbol persatuan bangsa. Melalui penyelenggaraan haul dan ziarah ini, panitia berharap semangat toleransi, kebersamaan, dan harmoni sosial terus hidup di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai yang diwariskan Sultan Syarif Abdurrahman tetap sangat relevan hingga hari ini. Beliau telah menunjukkan praktik nyata persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka melalui pembentukan kawasan permukiman multietnis di Pontianak yang menjadi ruang hidup bersama bagi masyarakat Bugis, Melayu, Banjar, Arab, hingga komunitas Tionghoa. Semangat keberagaman yang dibangun saat itu menjadi warisan berharga bagi Kalimantan Barat dan Indonesia,” ujar Syarif Iwan Taruna Alkadrie.
Ia menambahkan, semangat persatuan tersebut juga tercermin melalui kontribusi Sultan Hamid II sebagai perancang lambang negara Garuda Pancasila yang kini menjadi simbol pemersatu bangsa. “Melalui penyelenggaraan Haul Akbar dan Ziarah Agung ini, diharapkan nilai toleransi, kebersamaan, serta harmoni sosial yang telah diwariskan para pendahulu dapat terus hidup dan dirawat oleh masyarakat lintas generasi,” pungkasnya.
Rangkaian Haul Akbar dan Ziarah Agung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie direncanakan berlangsung pada 16–17 Juni 2026 di Kota Pontianak. (*/r)





















Discussion about this post