
Jurnalis.co.id – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantun pangan kepada 100 warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Rabu (10/6/2026).
Bantuan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan Masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya bilang, program tersebut bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Namun ada misi besar yang ingin dicapai.

“Yaitu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, mengentaskan daerah rentan dan rawan pangan. Hingga mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan memperkuat daerah tahan pangan di Kabupaten Kayong Utara,” kata Romi.
Romi berpandangan, saat ini masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi akibat berbagai faktor global, hingga berdampak hingga ke daerah. Termasuk kenaikan biaya distribusi barang kebutuhan pokok.
“Dampak perang di dunia juga terasa sampai kepada kita. Harga minyak naik, ongkos angkut menjadi mahal, dan pada akhirnya memengaruhi harga kebutuhan masyarakat. Karena itu, bantuan seperti ini sangat penting untuk membantu meringankan beban warga,” ucapnya.
Romi menyampaikan, berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, yang telah berkenan mengalokasikan bantuan untuk masyarakat di Kabupaten Kayong Utara, khususnya di Desa Pemangkat.
Selain bantuan pangan dari Pemprov Kalbar, Pemkab Kayong Utara juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi Masyarakat, dengan program Gerakan Pangan Murah.
Romi menambahkan, bahwa Pemkab Kayong Utara bakal menggelar penjualan beras premium bersubsidi di Desa Pemangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau bila dibanding harga pasar.
“Saya mendengar tadi warga butuh beras ya, jadi kita akan gelar pangan murah dengan beras premium yang disubsidi pemeritah daerah. Kita akan siapkan 3 ton untuk 600 KK di Desa Pemangkat,” lugasnya.
Beras tersebut dengan berat 5 kilogram seharga Rp 50 ribu. “Kalau bisa Jumat ini atau Rabu depan, paling lambat seminggu. Karena ini butuh koordinasi dengan Bulog,” timpalnya.
Langkah Pemkab Kayong Utara inipun diharapkan dapat menjadi solusi nyata atas kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok. Sekaligus memperkuat sinergi antara program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. (Bak)






















Discussion about this post