
Jurnalis.co.id – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diharapkan tidak sekadar jadi program seremoni belaka. Bupati Kubu Raya, Sujiwo berharap, Gemarikan harus dibarengi degan program nyata yang diperluas hingga ke desa-desa.
Dengan begitu, kata Sujiwo, anak-anak benar dan berkelanjutan mendapatkan asupan gizi dari ikan. Hal ini disampaikan Bupati Sujiwo tatkala membuka kegiatan GEMARIKAN di Taman Kanak-kanak Angkasa Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, pada Kamis (11/6/2026).
Sujiwo menambahkan, orang tua memiliki tugas untuk mengenalkan nama-nama ikan berikut manfaatnya kepada anak. Sehingga anak-anak tidak saja mengetahui jenis-jenis ikan, tapi juga manfaat yang terkandung di dalam ikan tersebut.

“Fakta membuktikan, orang Jepang otaknya pinter-pinter. Setelah didalami, ternyata mereka kenal ikan bahkan sejak di dalam kandungan. Karena orang tuanya mengonsumsi ikan,” ucap Sujiwo.
Pria yang diakrab disapa Jiwo ini berharap, meski belum bisa menyamai tingkat konsumsi ikan masyarakat Jepang, minimal anak-anak di Kubu Raya sejak dini sudah dibiasakan makan ikan.
“Yakin dan percayalah, akan berdampak pada perkembangan fisik maupun perkembangan otaknya. Itu tujuan utamanya,” lugas Jiwo.
Karena itu, Jiwo menaruh harapan besar pada Kepala Dinas Perikanan Kubu Raya. Misalnya kolam dan selokan yang tidak terpakai, termasuk yang ada di Lanud Supadio, bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan.
“Kalau hanya gerakan seremonial tanpa didukung gerakan nyata, akhirnya susah. Kondisi ekonomi sekarang susah, mau beli ikan tidak ada uangnya. Jangan sampai ini hanya menjadi gerakan yang sifatnya seremonial saja,” ingatnya.
Jiwo kemudian mencontohkan model yang harus dibangun. Seperti desa-desa yang memiliki kelompok pembudi daya ikan. Ikan dipelihara di kolam atau selokan, setelah besar bisa diambil untuk diolah dan disajikan kepada anak-anak.
“Harus terkorelasi seperti itu. Kita sudah beri contoh di parit depan kantor bupati. Pesan moralnya harus sampai ke desa-desa,” harapnya.
Dengan adanya gerakan budi daya ikan di masyarakat, lanjut Jiwo, maka warga bisa mendapatkan ikan dengan mudah untuk konsumsi keluarga.
“Ketika ada gerakan seperti ini, harus ada dukungan program nyata dari Dinas Perikanan. Paling tidak, ketika mereka mau makan ikan, enggak punya uang, bisa mengambil sendiri di kolam atau parit,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, mengapresiasi atensi Bupati Sujiwo terhadap gerakan makan ikan. Ia mengatakan, potensi sumber daya laut di Indonesia sangat besar.
“Nikmat luar biasa ada di lautan, kekayaannya luar biasa, tapi sedikit sekali yang memanfaatkan untuk anak-anak,” ucap Sidik.
Ia pun mengingatkan, kehidupan di masa mendatang semakin kompetitif. Karena itu, anak-anak harus mendapatkan asupan gizi yang cukup.
“Anak-anak harus bersaing ke depan, jadi otaknya harus diisi vitamin dan suplemen yang men-support mereka berkompetisi,” lugasnya.
Sidik pun berpesan, supaya para ibu lebih rajin memasak ikan untuk anak. Bahkan, ia mengingatkan, agar orang tua untuk tidak memberikan makanan cepat saji serta olahan kepada anak-anak.
“Itu kadang-kadang meracuni anak-anak. Padahal makanan Indonesia jauh lebih berkualitas,” tutupnya. (Sul)






















Discussion about this post