
Jurnalis.co.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 resmi dibuka di halaman STAI Al-Haudl Ketapang, Kecamatan Muara Pawan, Sabtu (13/6/2026).
Pembukaan berlangsung meriah dan menjadi momentum memperkuat syiar Islam, sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan Masyarakat Ketapang.
Pembukaan MTQ ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemukulan bedug oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo yang didampingi Wakil Bupati Jamhuri Amir.

Di kesempatan ini ada juga Kepala Kantor Kementerian Agama, Forkopimda, Sekda Ketapang, Ketua Umum LPTQ Kalimantan Barat, Ketua Umum LPTQ Ketapang, Ketua MUI, serta Camat Muara Pawan.
Pembukaan diawali dengan penyambutan tamu melalui atraksi pencak silat dari PS Putra Kayong, penampilan Gendang Tas MABM Muara Pawan, serta defile kafilah dari 19 Kecamatan seantero Kabupaten Ketapang.
Kemegahan acara semakin terasa dengan hadirnya Qari Nasional, Muhammad Zian Fahrezi yang jadi Juara 1 MTQ Internasional di Irak Tahun 2026. Ia berkesempatan membacakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memukau ribuan tamu undangan.
Alexander mengapresiasi seluruh panitia, LPTQ, Kementerian Agama, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras. Sehingga MTQ XXXIII dapat terselenggara dengan baik.
“MTQ bukan hanya ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafizh, dan hafizhah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana syiar Islam, media dakwah, serta wahana untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an,” ucap Alexander.
Alexander bilang, Al-Qur’an tidak hanya harus dibaca dengan baik dan benar. Namun juga dipahami, dihayati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sebagai pedoman hidup dan landasan moral. Sehingga dapat membangun masyarakat yang damai, maju dan berkeadaban.
Mengusung tema ‘Merajut Silaturrahmi, Menebar Cahaya Ilahi, Membumikan Nilai-Nilai Qur’ani untuk Mewujudkan Ketapang Maju dan Mandiri’, Alexander berharap, MTQ juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.
Alexander menilai, MTQ merupakan milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, sehingga bukan hanya umat Islam. Olehkarena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.
Menjelang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Kabupaten Kayong Utara, Alexander menargetkan peningkatan prestasi Kabupaten Ketapang.
“Tahun lalu kita berada di peringkat lima besar. Tahun ini saya menargetkan minimal naik ke peringkat empat atau bahkan tiga besar. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh untuk mencapainya,” lugasnya.
Alexander menambahkan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Melainkan juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya.
“Saya selalu memberikan perhatian kepada alim ulama dan meminta saran bahkan pendapat mereka. Membangun Ketapang menuju daerah yang maju dan mandiri tidak bisa hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun manusianya, mentalnya, akhlaknya, adabnya, dan imannya,” seru Alexander.
Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Alex ini, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menjadikan Ketapang sebagai rumah besar yang dihuni berbagai suku dan agama dengan semangat kebersamaan.
Alex berharap, MTQ kali ini mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang tilawah dan hafalan, namun juga berakhlak mulia, berprestasi, cerdas, religius, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Teruntuk seluruh peserta, Alex berpesan, supaya mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, kejujuran, sportivitas. Juga menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kemampuan serta mempererat persaudaraan.
Sementara itu, kepada dewan hakim, Alex mengingatkan, supaya menjalankan tugas secara profesional dan penuh integritas. Sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Camat Muara Pawan yang juga Ketua Panitia MTQ XXXIII, Abdurani mengatakan, seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang turut ambil bagian dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.
Selain peserta dari 20 kecamatan, kegiatan didukung sekitar 200 orang yang terdiri atas panitia kabupaten, dewan hakim, panitera, tim kesehatan, dan tim keamanan.
Berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, serta sejumlah cabang lainnya sesuai ketentuan LPTQ Kabupaten Ketapang.
Pelaksanaan MTQ XXXIII berlangsung di tujuh arena yang telah disiapkan oleh panitia bersama Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dengan dukungan berbagai unsur masyarakat.
Ia menyampaikan, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ Kabupaten Ketapang, sponsorship, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Terakhir, ia turut mengucapkan permohonan maaf, terutama apabila pada hari pertama pelaksanaan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada peserta.
“Kami akan terus melakukan evaluasi demi memberikan pelayanan yang lebih baik selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Kmai berharap masukan yang konstruktif untuk penyelenggaraan di masa mendatang,” harapnya. (Lim)






















Discussion about this post