Minggu, Juli 19, 2026
Jurnalis.co.id
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Nusantara
    • Jember
    • Kotamobagu
  • Kalbar
    • All
    • Pontianak
    • Kubu Raya
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Sintang
    • Melawi
    • Kapuas Hulu
    • Ketapang
    • Kayong Utara
    • Sambas
    • Singkawang
    • Bengkayang
    • Landak
    • Mempawah
    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berfoto bersama para peserta Rakercab 2 IWAPI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (17/7/2026)

    72 Persen UMKM Pontianak Digerakkan Perempuan, Edi Dorong Naik Kelas

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemprotkan cairan eco enzyme ke parit Jalan HOS Cokroaminoto

    Uji Lab Buktikan Eco Enzyme Efektif, Kualitas Air Parit Pontianak Membaik

    Krisantus saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026).

    Wagub Kalbar: Kubu Raya Kini Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

    Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 tentang larangan pengunaan LPG Tabung 3kg Bersubsidi.

    Pontianak Perketat Penggunaan LPG 3 Kg, Usaha Laundry Tak Lagi Berhak

    Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat audiensi ke PT Pertamina Patra Niaga. Foto: Ist.

    Audiensi dengan Pertamina, Alex Perjuangkan Kuota BBM dan Infrastruktur Energi

    Bupati Kuburaya bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi pada Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (16/7/2026).

    Pangdam XII/Tanjungpura Pimpin Apel Siaga Karhutla di Kubu Raya

    Bunda PAUD Kota Pontianak melihat proses pendataan dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di SDN 31 Pontianak Barat

    Bunda PAUD Pontianak Ingatkan Pentingnya KIA bagi Peserta Didik

    Bupati Kubu Raya Sujiwo saat membuka TMMD 2026 di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (15/7/2026).

    TMMD 2026 di Kubu Raya Fokus Percepat Infrastruktur Desa

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

    Hadapi Kemarau, Edi Kamtono Imbau Warga Hemat Air Bersih

    • Pontianak
    • Kubu Raya
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Sintang
    • Melawi
    • Kapuas Hulu
    • Ketapang
    • Kayong Utara
    • Sambas
    • Singkawang
    • Bengkayang
    • Landak
    • Mempawah
  • Pemerintah
    • Provinsi Kalimantan Barat
    • Kota Pontianak
    • Kabupaten Kubu Raya
    • Kabupaten Sambas
    • Kabupaten Sanggau
    • Kabupaten Sekadau
    • Kabupaten Kapuas Hulu
    • Kabupaten Ketapang
    • Kabupaten Kayong Utara
  • DPRD
    • DPRD Provinsi Kalimantan Barat
    • DPRD Kota Pontianak
    • DPRD Kabupaten Kubu Raya
    • DPRD Kabupaten Sambas
    • DPRD Kabupaten Sanggau
    • DPRD Kabupaten Sekadau
    • DPRD Kabupaten Kapuas Hulu
    • DPRD Kabupaten Ketapang
    • DPRD Kabupaten Kayong Utara
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sosial
  • Kriminalitas
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Nusantara
    • Jember
    • Kotamobagu
  • Kalbar
    • All
    • Pontianak
    • Kubu Raya
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Sintang
    • Melawi
    • Kapuas Hulu
    • Ketapang
    • Kayong Utara
    • Sambas
    • Singkawang
    • Bengkayang
    • Landak
    • Mempawah
    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berfoto bersama para peserta Rakercab 2 IWAPI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (17/7/2026)

    72 Persen UMKM Pontianak Digerakkan Perempuan, Edi Dorong Naik Kelas

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemprotkan cairan eco enzyme ke parit Jalan HOS Cokroaminoto

    Uji Lab Buktikan Eco Enzyme Efektif, Kualitas Air Parit Pontianak Membaik

    Krisantus saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026).

    Wagub Kalbar: Kubu Raya Kini Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

    Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 tentang larangan pengunaan LPG Tabung 3kg Bersubsidi.

    Pontianak Perketat Penggunaan LPG 3 Kg, Usaha Laundry Tak Lagi Berhak

    Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat audiensi ke PT Pertamina Patra Niaga. Foto: Ist.

    Audiensi dengan Pertamina, Alex Perjuangkan Kuota BBM dan Infrastruktur Energi

    Bupati Kuburaya bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi pada Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (16/7/2026).

    Pangdam XII/Tanjungpura Pimpin Apel Siaga Karhutla di Kubu Raya

    Bunda PAUD Kota Pontianak melihat proses pendataan dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di SDN 31 Pontianak Barat

    Bunda PAUD Pontianak Ingatkan Pentingnya KIA bagi Peserta Didik

    Bupati Kubu Raya Sujiwo saat membuka TMMD 2026 di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (15/7/2026).

    TMMD 2026 di Kubu Raya Fokus Percepat Infrastruktur Desa

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

    Hadapi Kemarau, Edi Kamtono Imbau Warga Hemat Air Bersih

    • Pontianak
    • Kubu Raya
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Sintang
    • Melawi
    • Kapuas Hulu
    • Ketapang
    • Kayong Utara
    • Sambas
    • Singkawang
    • Bengkayang
    • Landak
    • Mempawah
  • Pemerintah
    • Provinsi Kalimantan Barat
    • Kota Pontianak
    • Kabupaten Kubu Raya
    • Kabupaten Sambas
    • Kabupaten Sanggau
    • Kabupaten Sekadau
    • Kabupaten Kapuas Hulu
    • Kabupaten Ketapang
    • Kabupaten Kayong Utara
  • DPRD
    • DPRD Provinsi Kalimantan Barat
    • DPRD Kota Pontianak
    • DPRD Kabupaten Kubu Raya
    • DPRD Kabupaten Sambas
    • DPRD Kabupaten Sanggau
    • DPRD Kabupaten Sekadau
    • DPRD Kabupaten Kapuas Hulu
    • DPRD Kabupaten Ketapang
    • DPRD Kabupaten Kayong Utara
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sosial
  • Kriminalitas
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Nusantara
  • Kalbar
  • Pemerintah
  • DPRD
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sosial
  • Kriminalitas

1998 dan Hari ini, Apakah Sejarah Akan Terulang

Oleh: Muhammad Azmi

Jurnalis by Jurnalis
Jumat, 19 Juni 2026
in Opini
Muhammad Azmi

INDONESIA pernah belajar dengan cara yang mahal bahwa kesabaran rakyat memiliki batas. Tahun 1998 menjadi penanda ketika kemarahan sosial, krisis ekonomi, dan kebuntuan politik bertemu pada satu titik ledak yang kemudian kita kenal sebagai Reformasi. Tiga puluh dua tahun kekuasaan runtuh bukan hanya karena demonstrasi mahasiswa, melainkan karena negara kehilangan kemampuan mendengar denyut nadi rakyatnya sendiri.

Pertanyaannya kini, dua puluh delapan tahun setelah peristiwa itu, apakah Indonesia sedang berjalan menuju persimpangan yang sama?

Jawabannya mungkin tidak sesederhana ya atau tidak. Namun satu hal yang pasti, ada sejumlah gejala yang mengingatkan kita pada aroma yang pernah tercium pada penghujung Orde Baru, meningkatnya ketidakpercayaan publik, keresahan ekonomi kelas menengah dan bawah, menguatnya persepsi tentang praktik nepotisme, hingga munculnya anggapan bahwa reformasi hanya berhenti pada pergantian rezim tanpa pernah benar-benar mengubah watak kekuasaan.

Tahun 1998, krisis moneter menghancurkan fondasi ekonomi Indonesia. Nilai rupiah terjun bebas dari sekitar Rp2.500 menjadi lebih dari Rp15.000 per dolar AS. Harga kebutuhan pokok melonjak, perusahaan bangkrut, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Krisis ekonomi itu kemudian bertransformasi menjadi krisis legitimasi. Rakyat tidak hanya lapar secara fisik, tetapi juga lelah secara politik.

Kondisi saat ini memang belum mencapai taraf kehancuran ekonomi seperti 1998. Inflasi relatif terkendali dan pertumbuhan ekonomi masih bergerak positif. Namun, stabilitas makroekonomi sering kali gagal diterjemahkan menjadi kesejahteraan mikro yang dirasakan masyarakat. Ketimpangan masih menjadi persoalan nyata. Badan Pusat Statistik mencatat rasio gini Indonesia pada Maret 2025 berada pada angka 0,375, sebuah indikator bahwa distribusi kesejahteraan masih belum merata.

Di sisi lain, pengangguran tetap menjadi tantangan besar. Data BPS menunjukkan jutaan penduduk usia produktif masih belum terserap secara optimal dalam dunia kerja. Bahkan ketika angka pengangguran menurun secara persentase, kualitas pekerjaan yang tersedia sering kali berada pada sektor informal dengan perlindungan sosial yang minim. Pertumbuhan ekonomi akhirnya menjadi angka yang indah dalam laporan, tetapi terasa asing di meja makan rakyat.

Persamaan lain dengan 1998 adalah menguatnya ketidakpercayaan terhadap institusi publik. Dulu, isu korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi bahan bakar reformasi. Hari ini, isu yang sama masih terus menghantui. Transparansi dan akuntabilitas yang dulu dijanjikan reformasi justru sering dipertanyakan. Indonesia bahkan mengalami penurunan dalam indeks persepsi korupsi internasional, yang oleh berbagai pengamat dikaitkan dengan melemahnya pengawasan publik terhadap kekuasaan.

Namun, ada satu perbedaan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Tahun 1998, ruang demokrasi sangat sempit. Kritik dapat berujung represi. Pers dibatasi. Oposisi dilemahkan. Hari ini, setidaknya secara formal, Indonesia masih memiliki mekanisme demokrasi yang terbuka. Pemilu tetap berlangsung, kebebasan berpendapat lebih luas, dan media sosial menjadi arena baru pertarungan gagasan.

Lalu, mengapa gagasan Reformasi Jilid II justru semakin sering dibicarakan?

Jawabannya terletak pada satu kata, kualitas. Reformasi 1998 berhasil mengubah prosedur demokrasi, tetapi belum sepenuhnya mengubah substansi demokrasi itu sendiri. Kita berhasil mengganti cara memilih pemimpin, tetapi belum tentu berhasil memastikan bahwa pemimpin yang terpilih selalu bekerja untuk kepentingan publik. Kita berhasil membuka ruang kebebasan berpendapat, tetapi belum tentu berhasil menghadirkan keadilan yang dapat dirasakan secara merata.

Korupsi menjadi contoh paling nyata. Salah satu semangat utama Reformasi 1998 adalah pemberantasan korupsi. Namun, hingga hari ini, praktik korupsi masih menjadi persoalan serius. Transparansi Internasional mencatat bahwa skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2025 mengalami penurunan, menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Ironisnya, korupsi di negeri ini sering kali tidak lagi mengejutkan. Publik seolah dipaksa beradaptasi dengan berita demi berita tentang penyalahgunaan jabatan. Korupsi bukan lagi dianggap sebagai penyimpangan, melainkan risiko rutin dari penyelenggaraan negara. Padahal, setiap rupiah yang dikorupsi sesungguhnya adalah hak rakyat yang dicuri secara terstruktur.

Di sisi lain, ketimpangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pertumbuhan ekonomi yang baik tidak selalu identik dengan pemerataan kesejahteraan. Sebagian masyarakat menikmati manfaat pembangunan, sementara sebagian lainnya masih berkutat dengan biaya pendidikan yang mahal, akses kesehatan yang terbatas, serta pekerjaan yang belum memberikan kepastian hidup.

Di sinilah letak persoalannya. Reformasi tidak pernah menjanjikan sekadar pergantian elite politik. Reformasi menjanjikan perubahan sistem yang mampu menghadirkan keadilan sosial. Ketika rakyat merasa bahwa perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan sehari-hari, kekecewaan menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.

Mahasiswa membaca gejala ini dengan cara yang berbeda. Jika generasi 1998 berhadapan dengan otoritarianisme yang kasatmata, generasi hari ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Mereka hidup dalam era demokrasi prosedural yang terkadang kehilangan ruhnya. Demokrasi yang memungkinkan pemilu berlangsung secara rutin, tetapi belum tentu menjamin hadirnya pemerintahan yang efektif, bersih, dan responsif terhadap aspirasi publik.

Karena itulah, Reformasi Jilid II tidak boleh dipahami sebagai ajakan untuk mengulang kerusuhan 1998. Tidak ada bangsa yang waras yang merindukan krisis ekonomi, konflik horizontal, atau jatuhnya korban jiwa. Reformasi Jilid II yang dibutuhkan Indonesia adalah reformasi yang bergerak dalam koridor konstitusi. Reformasi yang memperbaiki kualitas demokrasi, bukan menghancurkan demokrasi itu sendiri.

Agenda reformasi baru itu harus dimulai dari keberanian melakukan evaluasi secara jujur. Apakah sistem politik yang ada benar-benar telah menghasilkan pemimpin terbaik? Apakah birokrasi telah melayani masyarakat secara optimal? Apakah hukum benar-benar berdiri di atas prinsip keadilan tanpa pandang bulu? Apakah pendidikan telah menjadi alat mobilitas sosial, bukan sekadar komoditas? Apakah kebijakan ekonomi telah memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah bentuk pesimisme terhadap bangsa ini. Justru sebaliknya, pertanyaan itu lahir dari keyakinan bahwa Indonesia mampu menjadi lebih baik.

Dalam sejarahnya, mahasiswa Indonesia selalu memainkan peran sebagai penjaga nurani bangsa. Mereka hadir bukan untuk merebut kekuasaan, melainkan untuk mengingatkan kekuasaan agar tidak melupakan tujuan awalnya. Namun, gerakan mahasiswa hari ini dituntut untuk melampaui romantisme masa lalu. Mereka tidak cukup hanya pandai mengkritik. Mereka juga harus mampu menawarkan solusi, membangun narasi alternatif, serta terlibat aktif dalam memperkuat institusi demokrasi.

Reformasi sejatinya bukanlah sebuah peristiwa yang berhenti pada Mei 1998. Reformasi adalah proses panjang yang menuntut konsistensi lintas generasi. Ia bukan monumen sejarah untuk diperingati setahun sekali, melainkan komitmen kolektif untuk memastikan bahwa negara selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Mungkin yang dibutuhkan Indonesia hari ini bukan revolusi yang mengguncang istana, melainkan revolusi etika dalam penyelenggaraan negara. Revolusi keberanian untuk menempatkan integritas di atas kepentingan politik jangka pendek. Revolusi kesadaran bahwa jabatan publik adalah amanah, bukan privilese. Revolusi akal sehat yang menolak normalisasi korupsi dan ketidakadilan.

Apakah Reformasi Jilid II diperlukan?

Jika yang dimaksud adalah pengulangan persis dari gejolak 1998, jawabannya tidak. Bangsa ini telah membayar terlalu mahal untuk sebuah perubahan. Namun, jika yang dimaksud adalah upaya memperbaiki kualitas demokrasi, memperkuat supremasi hukum, memberantas korupsi, serta memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan keadilan sosial, maka jawabannya adalah ya.

Sebab bahaya terbesar bagi sebuah bangsa bukanlah ketika rakyat berteriak di jalanan. Bahaya terbesar justru ketika rakyat berhenti berharap bahwa perubahan masih mungkin diperjuangkan.

Dan sebelum harapan itu benar-benar padam, mungkin sudah saatnya kita bertanya dengan jujur: apakah reformasi telah selesai, atau justru baru setengah jalan?

*Penulis: Pegiat Literasi

Tags: ReformasiKrisis EkonomiRevolusi

Discussion about this post

Berita Terkait

Gubernur Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Gubernur Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Kamis, 16 Juli 2026
Bupati Kubu Raya Sujiwo saat membuka TMMD 2026 di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (15/7/2026).

TMMD 2026 di Kubu Raya Fokus Percepat Infrastruktur Desa

Rabu, 15 Juli 2026
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat audiensi ke PT Pertamina Patra Niaga. Foto: Ist.

Audiensi dengan Pertamina, Alex Perjuangkan Kuota BBM dan Infrastruktur Energi

Kamis, 16 Juli 2026

Berita Terkini

Presiden Prabowo

Panen Raya Nasional di Malang, Sanusi Dampingi Presiden Prabowo

Jumat, 17 Juli 2026
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berfoto bersama para peserta Rakercab 2 IWAPI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (17/7/2026)

72 Persen UMKM Pontianak Digerakkan Perempuan, Edi Dorong Naik Kelas

Jumat, 17 Juli 2026
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemprotkan cairan eco enzyme ke parit Jalan HOS Cokroaminoto

Uji Lab Buktikan Eco Enzyme Efektif, Kualitas Air Parit Pontianak Membaik

Jumat, 17 Juli 2026
Krisantus saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026).

Wagub Kalbar: Kubu Raya Kini Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 17 Juli 2026
Gubernur Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Gubernur Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Kamis, 16 Juli 2026

Trending

  • Gubernur Kalbar Dorong Calon Paskibraka Nasional Tampilkan Prestasi Terbaik

    Gubernur Kalbar Dorong Calon Paskibraka Nasional Tampilkan Prestasi Terbaik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapuas Hulu Siap Berlaga di MTQ Kalbar 2026, Tak Pasang Target Juara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sertifikat Belum Diserahkan, Debitur BTN Jember Ancam Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsul Malaysia Pamit, Edi: Perannya Strategis bagi Kalbar dan Pontianak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puskesmas Mangli Pastikan Layanan Kesehatan Mudah Dijangkau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jurnalis.co.id

  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2025 Jurnalis.co.id - All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Nusantara
    • Jember
    • Kotamobagu
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kubu Raya
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Sintang
    • Melawi
    • Kapuas Hulu
    • Ketapang
    • Kayong Utara
    • Sambas
    • Singkawang
    • Bengkayang
    • Landak
    • Mempawah
  • Pemerintah
    • Provinsi Kalimantan Barat
    • Kota Pontianak
    • Kabupaten Kubu Raya
    • Kabupaten Sambas
    • Kabupaten Sanggau
    • Kabupaten Sekadau
    • Kabupaten Kapuas Hulu
    • Kabupaten Ketapang
    • Kabupaten Kayong Utara
  • DPRD
    • DPRD Provinsi Kalimantan Barat
    • DPRD Kota Pontianak
    • DPRD Kabupaten Kubu Raya
    • DPRD Kabupaten Sambas
    • DPRD Kabupaten Sanggau
    • DPRD Kabupaten Sekadau
    • DPRD Kabupaten Kapuas Hulu
    • DPRD Kabupaten Ketapang
    • DPRD Kabupaten Kayong Utara
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sosial
  • Kriminalitas

© 2025 Jurnalis.co.id - All right reserved

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?