
JURNALIS.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam melepas kontingen Kubu Raya yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak, Jumat (19/6/2026).
Ajang yang berlangsung pada 22-27 Juni 2026 tersebut, kontingen Kubu Raya akan mengikuti empat cabang olahraga, yakni bola voli putra-putri, sepak takraw putra, bola basket putra-putri, dan sepak bola putra.
Yusran mengatakan Popda menjadi tolak ukur keberhasilan pembinaan atlet pelajar yang selama ini dilakukan di Kabupaten Kubu Raya.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Ajang ini menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan olahraga yang telah kita lakukan, khususnya terhadap anak-anak dan atlet pelajar. Kita ingin membuktikan bahwa pembinaan yang selama ini berjalan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga hingga tingkat nasional,” tuturnya.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar menjaga kesehatan, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Yusran berharap seluruh atlet tampil maksimal demi membawa nama baik Kabupaten Kubu Raya.
“Kami mengucapkan selamat bertanding kepada kontingen Kubu Raya. Jaga kesehatan, tetap konsisten, disiplin, dan junjung tinggi sportivitas. Bertandinglah dengan semangat dan berikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya,” pesannya.
Yusran juga optimistis kontingen Kubu Raya mampu meraih hasil terbaik pada Popda Kalbar tahun ini.
“Seluruh cabang olahraga akan berupaya maksimal. Saya melihat semangat para atlet kita sangat luar biasa. Dengan kerja keras, disiplin, dan doa bersama, kita optimistis gelar juara dapat diraih oleh Kabupaten Kubu Raya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusran menegaskan keikutsertaan Kubu Raya dalam Popda tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat serta mengukur hasil pembinaan atlet usia pelajar.
Menurutnya, Popda menjadi momentum penting untuk memasyarakatkan olahraga dan mendorong lahirnya generasi yang sehat secara jasmani maupun rohani.
“Momentum Popda ini harus menjadi semangat untuk terus memasyarakatkan olahraga. Kita yakin olahraga mampu membentuk masyarakat yang sehat jiwa dan raganya. Dengan masyarakat yang sehat, tentu pembangunan daerah juga akan semakin maju,” katanya. [Sul]




















Discussion about this post