
JURNALIS.co.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 6 Jember menggelar open house untuk menyambut orang tua dan calon siswa tahun ajaran 2026/2027.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai kemampuan akademik dan nonakademik yang telah dipelajari selama satu tahun terakhir.
Empat siswa membuka acara dengan menggunakan empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Mandarin, Arab, dan Jepang. Penampilan tersebut mendapat perhatian para tamu undangan dan orang tua calon siswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup vokal yang membawakan sejumlah lagu anak, termasuk Laskar Pelangi.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Jember, Plh Kepala Dinas Sosial Jember, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUBMSDA, Forkopimca Patrang, serta orang tua calon siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.Tesol, memaparkan perkembangan sekolah selama satu tahun terakhir.
Menurutnya, salah satu visi SRT 6 Jember adalah menjadi sekolah unggulan yang mencetak generasi emas berakar pada budaya Jember serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
“Ijinkan saya selaku kepala sekolah untuk melaporkan progres sekolah rakyat Jember selama satu tahun berdiri,” ucap Kartika Sari Dewi di Aula SRT 6, Sabtu (20/6/2026).
Saat ini, jumlah siswa jenjang sekolah dasar mencapai 43 orang, terdiri atas 23 laki-laki dan 20 perempuan. Pada tahun pertama operasional, sekolah telah meluluskan delapan siswa.
Sementara jenjang SMP memiliki 53 siswa yang terdiri atas 25 putra dan 28 putri, dengan empat siswa telah dinyatakan lulus.
“Karena kami ini adalah sekolah terintegrasi, mulai tahun ajaran 2026/2027, kami lengkap mulai jenjang SD, SMP dan SMA, maka siswa yang lulus SD otomatis akan masuk ke jenjang SMP. Demikian pula yang lulus SMP akan masuk ke SMA,” terang Kartika, sapaan akrab Kepala SRT 6 Jember.
Selain pengembangan akademik, siswa SRT 6 Jember juga menorehkan sejumlah prestasi nonakademik. Di bidang karate, siswa berhasil meraih satu medali emas dan empat medali perak pada kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur 2025. Tahun ini, mereka kembali meraih empat medali emas dan enam medali perak pada Kejuaraan Open Piala Surabaya.
Prestasi lainnya diraih pada bidang seni tari, olahraga bridge, hingga kepramukaan. Salah satu siswi bahkan terpilih menjadi peserta kontingen cabang Jember pada Jambore Nasional XII di Cibubur.
SRT 6 Jember juga memiliki program unggulan berupa pendampingan religius, numerasi, dan calistung. Dalam pelaksanaannya, sekolah bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Jember untuk pembinaan kerohanian siswa.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jember, Mahmud Rizal, yang mewakili Bupati Jember, mengapresiasi kinerja guru, pengasuh, dan pembina SRT 6 Jember.
“Sekolah Rakyat Jember ini multi entri dan keluarnya multi exit. Artinya dalam setahun sudah ada yang lulus,” ujar Rizal.
Ia menyampaikan pada tahun ajaran 2026/2027, SRT 6 Jember akan menerima masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah Kabupaten Jember juga akan mendukung percepatan pengembangan sekolah tersebut.
“Bapak bupati akan membentuk tim transisi sekolah rakyat permanen nanti,” katanya.
Sebagai informasi, Kementerian PUPR saat ini tengah membangun gedung permanen SRT 6 Jember di kawasan Jember Sport Garden (JSG), Desa Ajung, Kecamatan Ajung.
Lahan yang disiapkan Pemkab Jember seluas 6,5 hektare dengan pelaksana proyek PT Nindya Karya (Persero). Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 82 persen.
Kartika menambahkan, kuota siswa baru untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara untuk jenjang SD masih tersedia. Proses rekrutmen siswa dilakukan sesuai ketentuan pemerintah pusat melalui pilar-pilar Kementerian Sosial. [Sgt]






















Discussion about this post