
Jurnalis.co.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Kalimantan Bagian Barat 2 (KLB 2) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Sertifikasi Aset dari BPN Kapuas Hulu.
Pertemuan strategis tersebut menjadi upaya nyata kedua lembaga dalam menjamin ketertiban administrasi serta kepastian hukum atas aset-aset ketenagalistrikan milik negara di Kabupaten Kapuas Hulu.

Rapat ini dihadiri manajemen PLN serta Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Kapuas Hulu beserta jajarannya. Fokus utama pembahasan ialah sinkronisasi data serta percepatan proses penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) sebagai bentuk pengamanan aset vital negara.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kapuas Hulu, Faus Tinus Handi Feryandi menyatakan, berkomitmen penuh untuk mendukung langkah proaktif PLN. “Sinergi ini merupakan wujud nyata kerja sama antarlembaga dalam mewujudkan tertib administrasi pertanahan, sekaligus memberikan kepastian hukum yang jelas bagi aset-aset negara,” tegas Faus Tinus.
Menanggapi dukungan tersebut, Manager UPP KLB 2, Ronald Lapasau menyampaikan, kolaborasi lintas instansi merupakan kunci dalam mencapai target sertifikasi yang telah ditetapkan.
“Kolaborasi ini menjadi kunci bagi kami untuk memenuhi target sertifikasi tepat waktu. Kami berharap, sinergi ini terus terjaga. Sehingga seluruh aset PLN di Kapuas Hulu mendapatkan perlindungan hukum yang optimal,” kata Ronald.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP KLB, Susilo menambahkan, sertifikasi aset merupakan prioritas perusahaan guna menjaga keberlanjutan infrastruktur listrik.
“Sertifikasi aset bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting bagi PLN untuk menjamin keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan ATR/BPN dalam mengawal proses ini agar berjalan sesuai regulasi,” ujar Susilo.
Seluruh pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang intensif. Sinergi antara PLN dan ATR/BPN ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola aset yang semakin akuntabel. Sekaligus mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih andal di masa mendatang. (bor)






















Discussion about this post