
JURNALIS.co.id – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam maupun besarnya anggaran tidak akan berarti apabila persatuan masyarakat terganggu.
“Banyak negara kaya sumber daya alam, kekayaan, anggaran. Tetapi ketika persatuan dan kesatuan terganggu, maka anggaran itu menjadi tidak terlalu bermakna,” kata Sujiwo saat menghadiri Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah yang dihuni masyarakat multietnis dan multiagama.
Selain enam agama yang diakui negara, terdapat lebih dari 20 etnis yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
Karena itu, Sujiwo menegaskan pemerintah harus menjadi pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun.
“Pemerintah ini alirannya hanya dua, yaitu merangkul dan NKRI. Pemerintah tidak pernah mengenal aliran apa saja. Alirannya adalah merangkul dan NKRI. Maka semua kegiatan yang bisa memperkuat merangkul, semua kegiatan yang bisa menyatukan NKRI,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan tugas pengabdian sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Supaya ketika kita melaksanakan pengabdian kita sebagai abdi negara, melaksanakan pelayanan kita sebagai pelayan rakyat dapat lakukan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Di akhir kegiatan, Sujiwo turut menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati serta unsur Forkopimda yang hadir dalam Dialog Kebangsaan tersebut. [Sul]





















Discussion about this post