
JURNALIS.co.id – Pasangan suami istri Susanto dan Petronela Susi, warga Desa Nanga Tubuk, Kecamatan Kalis, mengeluhkan pelayanan RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau.
Mereka menduga keterlambatan penanganan medis saat proses persalinan menyebabkan bayi yang baru dilahirkan meninggal dunia.
Susanto menuturkan, istrinya masuk ke RSUD Putussibau pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di salah satu klinik di Putussibau.

“Sebelum kerumah sakit, kami dari salah satu klinik di Putussibau memeriksa kandungan istri dan bayinya didalam kandungan dinyatakan sehat. Namun tetap harus menjalani proses lahiran secara sesar di rumah sakit, ” katanya, Kamis (25/6).
Pada Sabtu (20/6), istrinya dijadwalkan menjalani persalinan secara sesar. Namun, menurut Susanto, proses penanganan berlangsung lambat sehingga istrinya harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan tindakan operasi.
“Dari perawat rumah sakit saat itu tidak tahu kapan istri saya harus dioperasi sehingga istri saya terkatung-katung. Padahal istri saya dalam kondisi darurat bahkan sempat keluar darah, ” ucapnya.
Susanto mengatakan istrinya baru masuk ruang tunggu operasi sekitar pukul 12.40 WIB dan tindakan operasi dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB.
“Setelah 15 menit menjalani operasi, anak saya tidak ada suara dan dimasukan didalam ruang NICU. dan dinyatakan meninggal pada Minggu (21/6) sekitar pukul 16.12 Wib, ” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat mengalami kesulitan mendapatkan obat yang dibutuhkan bayinya saat menjalani perawatan.
“Tetapi setelah digunakan anak saya tetap meninggal, ” ucapnya.
Susanto mengaku kecewa atas pelayanan rumah sakit dan tidak tersedianya obat yang dibutuhkan saat itu.
“Atas kejadian ini saya sangat trauma dengan pelayanan rumah sakit, ” tuturnya.
Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada pasien lain.
“Saya harap kejadian ini tidak terulang dengan pasien yang lain, ” harapnya.
Hingga kini, Susanto mengaku masih menunggu penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait penyebab meninggalnya anak mereka. Bayi tersebut telah dimakamkan di HTI Trans Tekudak, Kecamatan Kalis.
“Kita masih tunggu penjelasan dari rumah sakit. Saya sebagai orang tua saja tidak tahu apa penyebab anak saya meninggal, ” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Miki, mengatakan pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu terkait persoalan tersebut.
“Kita telusuri dululah masalah ini, ” pungkasnya. (Opik)






















Discussion about this post