
Jurnalis.co.id – Seorang pekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang dikabarkan tewas akibat gantung diri pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kepala Kepolisian Resor Kayong Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi, Adi Prabowo membenarkan kabar tersebut.
“Iya, ada laporan kejadian hari Minggu, 21 Juni 2026. Untuk data lengkap dan tindaklanjutnya silakan hubungi Kasat Reskrim ya,” ungkap AKBP Adi Prabowo, Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, seorang pekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara membeberkan, kematian koleganya di mess.
“Kejadiannya malam minggu, cuma ditemukan meninggal sama orang-orang di pagi hari,” ungkap seorang pekerja yang meminta nama dan identitasnya dirahasikan redaksi.
Ia menambahkan, korban merupakan operator yang bekerja di PT China City Environment Protection Engineering Limited Company (CCEPC) yang bekerja untuk PT Kayong Alumina Nusantara.
“Dia bekerja di PT CCEPC sebagai operator,” katanya.
Kematian korban dinilai janggal. Menurut para pekerja di KIPP, peristiwa itu bukanlah murni gantung diri. Namun ada motif pembunuhan.
“Menurut informasi, korban digantung oleh orang lain. Bukan dia (korban, red) sendiri,” sebutnya.
Menurutnya, Sabtu 20 Juni 2026 malam, semua masuk kerja shift malam, termasuk korban. “Kabarnya dia (korban) pulang ke mess di malam hari. Tapi tidak balik lagi ke tempat kerja. Baru pagi harinya ditemukan meninggal,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang berkembang di KIPP, korban kembali ke mess tidak sendirian. Namun ada orang lain yang membawanya. “Ada kabar dibunuh terus digantung,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, sejumlah pekerja yang mengetahui kematian korban menjadi bertanya-tanya. “Kami bingung, motifnya karena depresi atau dieksekusi,” tutupnya. (dis)






















Discussion about this post