
Jurnalis.co.id – Longsor dan pohon tumbang melanda Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) pada Rabu, 1 Juli 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.45 WIB dan menyebabkan mess pekerja roboh ditimpa pohon besar.
Seorang pekerja di KIPP mengungkapkan, peristiwa longsor dan pohon tumbang membuat sejumlah pekerja mengalami luka-luka. Bahkan ada pekerja yang belum ditemukan.
“Longsor di Penebang, banyak menimbulkan korban,” kata seorang pekerja yang meminta namanya tidak disebutkan, sesaat lalu.

Sementara pekerja lainnya menyebut, korban yang ketimpa runtuhan bangunan mess dan pohon merupakan pekerja shift malam. “Lagi enak-enaknya istirahat dan tidur, malah dapat musibah seperti itu. Kasihan,” katanya.
Pekerja ini berpendapat, apa yang terjadi merupakan murni kesalahan perusahaan. “Bangun mess dekat lereng. Harusnya bangun mess agak jauh dari pohon,” sebutnya.
Sumber Jurnalis.co.id ini menambahkan, bahwa korban mengalami luka parah di bagian kepala dan perut. “Tidak ada info detail soal korban. Sudah pasti ditutupi perusahaan,” ucapnya.
Jurnalis.co.id mengonfirmasi Kepala Kepolisian Resor Kayong Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi, Adi Prabowo mengenai peristiwa longsong dan pohon tumbang di KIPP.
“Kami belum monitor. Coba kami cari info dulu ya,” jawab AKBP Adi Prabowo pukul 11.55 WIB.
Sementara itu, redaksi Jurnalis.co.id juga mewawancarai Vice President Corporate Communications PT Dharma Inti Bersama, Prisca Niken, perihal peristiwa longsor tersebut.
“Selamat siang, silakan ke Pak Kabul ya, manager Corcom. Nomor teleponnya, +62 811 1661 6**. Terima kasih,” jawab Niken yang meminta Jurnalis.co.id untuk mewawancarai anak buahnya. (dis/rdh)





















Discussion about this post