
JURNALIS.co.id– Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Rizki Faisal, mengapresiasi hasil riset Sintesa Strategi Indonesia (SSI) yang menempatkan Polri sebagai institusi penegak hukum dengan sentimen positif tertinggi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, temuan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Polri di ruang digital.
Berdasarkan hasil pemantauan percakapan di platform X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan media online selama periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026, persepsi publik terhadap Presiden Prabowo didominasi sentimen positif sebesar 41,5 persen. Sentimen negatif tercatat 13,8 persen, sedangkan 44,7 persen percakapan bersifat netral.

Dalam klaster institusi penegak hukum, SSI mencatat Polri memperoleh kontribusi sentimen positif tertinggi terhadap citra Presiden.
Dari 4.773.377 paparan konten terkait Presiden Prabowo, Polri meraih 72,3 persen sentimen positif, 22,8 persen sentimen netral, dan 4,9 persen sentimen negatif.
Rizki Faisal menilai capaian tersebut menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap stabilitas keamanan, penegakan hukum, dan komunikasi kelembagaan yang dijalankan Polri.
“Sebagai mitra kerja Komisi III DPR RI, saya melihat temuan ini menjadi motivasi bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung keberhasilan program-program pemerintah,” ujar Rizki Faisal.
Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat komunikasi publik agar setiap kebijakan institusi negara dapat dipahami masyarakat secara terbuka dan akuntabel.
“Riset ini menunjukkan bahwa ketika institusi bekerja dengan baik dan mampu membangun komunikasi publik yang efektif, dampaknya tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap institusi tersebut, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo secara keseluruhan. Karena itu, sinergi seluruh institusi negara harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas nasional dan mengawal pembangunan,” tutup Rizki Faisal. (Rdh)





















Discussion about this post