Sanggau

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Disdikbud Sanggau Petakan Tenaga Pendidik Penerima Vaksin Covid-19

Sudarsono

– Menjelang pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sanggau melakukan pemetaan terhadap tenaga pendidik yang bakal menerima vaksin Covid-19. Sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Sanggau Sudarsono mengatakan, sebanyak 71 SD dan SMP yang ada siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas tahun ajaran baru pada Juli 2021. Baik sekolah negeri maupun swasta di 15 kecamatan se-Bumi Daranante.

“Pemetaan sudah kami lakukan. Berdasarkan pemantauan kami dan data yang sudah masuk, sekitar 71 SD dan SMP baik negeri maupun swasta siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Sekolah-sekolah ini sudah memenuhi daftar periksa sesuai SKB 4 menteri sebelumnya,” terangnya, Selasa (13/04/2021).

Image

Disampaikan Sudarsono, 71 sekolah ini juga sudah dicek oleh tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan. Total yang akan diusulkan untuk divaksin Covid-19 sebanyak 1.067 tenaga pendidik. Terdiri dari guru PNS, guru swasta tetap, guru non PNS, tenaga administrasi PNS, tenaga administrasi non PNS, tenaga pustaka dan tenaga laboratorium.

“Guru PNS berjumlah 529 orang, guru swasta tetap 47 orang, guru non PNS 380 orang, tenaga administrasi PNS 45 orang, tenaga administrasi non PNS 49 orang, tenaga pustaka 16 orang dan tenaga laboratorium 1 orang,” rincinya.

Image

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan segera menyampaikan permohonan vaksinasi untuk tenaga pendidik ke Dinas Kesehatan Sanggau. Dia berharap usulan ini bisa menjadi prioritas.

“Sehingga pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru nanti bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Sudarsono menuturkan, dalam pembelajaran tatap muka terbatas, sekolah tetap diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan.

“Kemudian, orang tua atau wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” pungkas Sudarsono. (faf)

Image
Image
Image
Image
Image Image
Image Image
Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top