
JURNALIS.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengamalkan nilai disiplin dan kemampuan menahan diri yang diajarkan dalam ibadah puasa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, puasa merupakan sarana pembentukan karakter yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab birokrasi.
“Kalau kita menginginkan sesuatu dan benar-benar fokus, pasti bisa dicapai. Keberhasilan itu tidak berteman dengan orang yang malas dan tidak disiplin,” ujarnya usai Salat Zuhur berjemaah di Masjid Al Khalifah, Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (23/2/2026).

Amirullah mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai figur yang menjadikan disiplin dan konsistensi sebagai fondasi kehidupan.
Ia menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan karakter bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia juga mengajak jamaah belajar dari kisah tokoh-tokoh dunia yang mampu bangkit dari keterbatasan berkat kedisiplinan dan ketekunan.
“Banyak tokoh besar lahir dari keluarga sederhana, bahkan yatim atau dalam tekanan hidup. Tapi karena disiplin, mereka berhasil. Itu nilai yang bisa kita ambil,” katanya.
Menurutnya, disiplin mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk konsistensi dalam beribadah dan bekerja.
“Kadang awalnya dipaksa, seperti anak dibangunkan untuk salat. Lama-lama menjadi budaya. Begitu juga dalam bekerja, disiplin harus dibiasakan,” tambahnya.

Selain disiplin, Amirullah menekankan pentingnya menahan diri sebagai esensi puasa. Ia mengingatkan ASN untuk menjaga lisan dan sikap, termasuk dalam penggunaan media sosial.
“Puasa itu latihan menahan diri. ASN bukan hanya menjaga lisan, tapi juga menjaga jempol di era digital,” tegasnya.
Nilai-nilai puasa, lanjutnya, sangat relevan dengan kehidupan birokrasi yang menuntut integritas, kesabaran, dan pengendalian diri dalam melayani masyarakat.
Ia juga mengajak jamaah memahami puasa sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter.
“Islam mengajarkan kita tidak selalu berpikir transaksional. Tidak semua hasil didapat hari ini. Puasa mengajarkan keyakinan bahwa apa yang kita lakukan sekarang akan kita petik nanti,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan agar Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat karakter ASN.
“Dengan disiplin dan kemampuan menahan diri, insyaAllah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan ASN yang profesional serta berintegritas,” pungkasnya.
(rdh)




















Discussion about this post