
JURNALIS.co.id – Malam puncak Cap Go Meh di Kota Pontianak selalu menghadirkan satu momen yang paling dinanti: parade Naga Bersinar.
Replika naga beraneka panjang, dihiasi lampu warna-warni, bergerak megah membelah malam di sepanjang Jalan Gajah Mada. Tradisi ini bukan sekadar atraksi, melainkan identitas Cap Go Meh di Kota Khatulistiwa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Naga Bersinar telah menjelma simbol penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.

Pada perayaan Cap Go Meh 2576/2025 lalu, sebanyak 39 replika naga memukau ribuan pasang mata yang memadati ruas Jalan Gajah Mada.
Tahun ini, Cap Go Meh 2577 Kongzili kembali digelar dengan rangkaian agenda yang telah dimulai sejak 25 Februari 2026.
Pekan Promosi dan Kuliner di Jalan Diponegoro menjadi pembuka, menghadirkan 55 stan kuliner dan produk lokal.
Selanjutnya, ritual sakral “buka mata” dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2026 di Klenteng Kwang Tie Bio, Jalan Diponegoro Pontianak, sebagai penanda kesiapan naga-naga untuk tampil.
Puncaknya, pada 3 Maret 2026, sebanyak 49 kelompok naga akan ambil bagian dalam Parade Naga Bersinar di sepanjang Jalan Gajah Mada.
Naga terpanjang mencapai 118 meter, sementara yang terpendek sekitar 20 meter—seluruhnya merupakan hasil kreasi masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan jadwal pelaksanaan karnaval usai Rapat Koordinasi Harkamtibmas Jelang Cap Go Meh 2026 di Polresta Pontianak.

“Kegiatan karnaval dijadwalkan dimulai pukul 21.00 WIB hingga batas waktu pukul 02.00 WIB,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai Rapat Koordinasi Harkamtibmas Jelang Cap Go Meh 2026 di Polresta Pontianak, Kamis (26/2/2026).
Masyarakat yang ingin menyaksikan parade diimbau menjaga ketertiban dan tetap berada di area yang telah disediakan. Penonton juga diminta memberi ruang cukup agar naga dapat melintas tanpa hambatan.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, menegaskan bahwa pembatasan waktu dilakukan untuk menghormati bulan suci Ramadan. Seluruh 49 grup naga diwajibkan mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama.
“Apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan kegiatan belum selesai, maka akan kami hentikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap grup naga telah ditunjuk perwira pengendali beserta anggota pendamping guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai waktu.
“Mohon hal ini dapat dipahami bersama, mengingat saat ini berada di bulan suci Ramadan. Untuk pelaksanaan di luar Ramadan, tentu pengaturannya tidak seperti ini,” katanya.
Terkait pengamanan dan parkir, sejumlah titik telah disiapkan, termasuk area gedung parkir dan beberapa kantong parkir di sekitar Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak memaksakan parkir di lokasi yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.
(rdh)




















Discussion about this post