
JURNALIS.co.id – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung memastikan kelancaran transportasi laut di Pelabuhan Dwikora, Selasa (17/3/2026) malam.
Bersama unsur Forkopimda, ia meninjau kesiapan layanan, termasuk kapal Dharma Kartika VII yang mengangkut ratusan pemudik menuju Semarang.
“Malam ini kita memastikan angkutan Lebaran berjalan lancar. Ada sekitar 850 penumpang termasuk kendaraan yang ikut diangkut melalui kapal Roro,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sebagian besar pemudik berasal dari kalangan pekerja informal di sektor perkebunan, jasa, hingga restoran, yang memilih transportasi laut karena lebih ekonomis.
“Sebagian besar mereka bekerja di sektor informal, dan memilih kapal karena biayanya lebih terjangkau,” katanya.
Meski begitu, ia tidak menampik adanya potensi kenaikan harga tiket menjelang Lebaran. Menurutnya, hal tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi di berbagai moda transportasi.
“Kenaikan harga tiket biasanya terjadi menjelang Lebaran, tidak hanya di kapal tetapi juga di transportasi lain seperti penerbangan,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Edi juga memastikan langsung aspek keselamatan pelayaran dengan mengecek kondisi kapal hingga ke bagian anjungan. Ia mengingatkan para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Yang penting keselamatan, baik keselamatan diri, barang bawaan maupun lingkungan selama perjalanan,” pesannya.

Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak bersama instansi terkait berkomitmen menjaga kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan, mulai dari pengaturan antrean kendaraan hingga keamanan penumpang.
“Selama di darat, mulai dari proses di pelabuhan hingga naik ke kapal menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita pastikan semua berjalan tertib dan aman,” imbuhnya.
Salah seorang penumpang, Ana (54), mengaku kapal laut masih menjadi pilihan utama keluarganya saat mudik ke Semarang.
“Pilih kapal karena lebih murah, sekarang fasilitasnya juga makin bagus,” kata warga Siantan ini.
Ia menambahkan, bersama keluarganya, perjalanan mudik biasanya dilakukan setiap dua hingga tiga tahun sekali.
“Harapannya (fasilitas) yang sudah bagus ini dipertahankan,” tutupnya.
(rdh)




















Discussion about this post