Rapid Test Seluruh Pejabat Pemkot Pontianak, Reaktif Harus Diisolasi

Bahasan menjalani pemeriksaan rapid test di Dinkes Kota Pontianak, Selasa (14/4/2020). Foto: Prokopim Pemkot Pontianak

– Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan beserta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Lurah menjalani rapid test, Selasa (14/4/2020). Pemeriksaan Covid-19 itu dilakukan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak.

Edi menjelaskan, rapid test dilakukan terhadap jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Mengingat aparatur sebagai pelayan masyarakat hampir setiap hari melakukan kontak langsung dengan masyarakat.

“Ini juga sebagai langkah pencegahan jika seandainya ditemukan hasil tes reaktif,” katanya.

Baca jugaPositif Covid-19 Pontianak Bertambah, Edi: Hilangkan Stigma dan Ketakutan yang Luar Biasa

Seandainya ditemukan hasil pemeriksaan reaktif, kata dia, maka yang bersangkutan harus diisolasi. Untuk sementara, tugas yang bersangkutan akan digantikan oleh pejabat di bawahnya atau Pejabat Pelaksana harian (Plh).

“Tugasnya akan tetap jalan, karena kita sudah tersistem,” ujarnya.

Baca Juga :  28 Produk Unggulan UMKM Pontianak Dipamerkan di Denpasar

Dijelaskannya, Pemkot Pontianak telah memesan sedikitnya 10 ribu rapid test kit. Edi berharap jumlah tersebut bisa ditambah lagi hingga mencapai 20 ribu. Apabila barang yang dipesan itu telah tiba, pihaknya akan memperluas rapid test dengan sasaran warga masyarakat.

Misalnya rapid test akan dilakukan di pasar-pasar, terminal, pelabuhan dan batas kota. Rapid test tersebut dilakukan secara random dan gratis.

“Jika ada yang reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan tes swab,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebab berdasarkan analisis Tim Gugus Tugas Covid-19, memperhatikan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) tidak diketahui asal penularannya dari mana. Karena ketika masuk rumah sakit ditetapkan sebagai PDP dan hasil rapid testnya reaktif.

Saat ditelusuri, pasien bersangkutan merasa tidak pernah keluar rumah atau keluar daerah, tapi hasil pemeriksaan positif.

Baca Juga :  Bertemu Edi Kamtono, Konsul Harap Kemudahan Perizinan Perusahaan Malaysia di Pontianak

“Sehingga langkah yang kita lakukan dengan memperluas rapid test di kalangan masyarakat sebagai langkah awal pelacakan asal penyebaran,” paparnya.

Baca jugaJelang Puasa dan Lebaran di Pontianak, Daya Beli Masyarakat Anjlok Akibat Corona

Diakui Edi, kendala yang dihadapi lantaran Pontianak sebagai wilayah tempat perlintasan daerah kabupaten/kota di Kalbar sehingga banyak dikunjungi masyarakat.

“Salah satu contohnya saat tadi malam beberapa warung kopi yang di razia ternyata banyak yang bukan warga Kota Pontianak yang nongkrong,” sebut Edi.

Bahasan menambahkan, setelah hasil diketahui nantinya, maka akan dilakukan tindak lanjut sesuai SOP Covid-19. Dikatakannya, hasil rapid test ini tidak sepenuhnya menunjukkan orang langsung positif Covid-19. Namun demikian tetap akan dilakukan penanganan sesuai SOP Covid-19.

“Jika ada yang positif Covid-19 maka harus siap untuk mengikuti SOP Covid-19,” pungkas Bahasan. (m@nk)


Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?