Mengkhawatirkan, 44 Petugas Bandara Supadio Reaktif Covid-19

Ilustrasi Rapid test

– Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengumumkan saat ini ada 1.100 orang di Kalbar yang reaktif hasil pemeriksaan rapid test. 44 orang diantaranya petugas Bandara Supadio Kubu Raya.

“Yang harus dijaga saat ini ada 1.100 orang di Kalbar yang rapid testnya reaktif atau positif. Di Kota Pontianak masih ada 238 orang yang rapid testnya reaktif. Hanya yang mengkhawatirkan kita temukan 44 orang petugas Bandara yang hasil rapid testnya positif,” terangnya, Kamis (21/5/2020).

Baca jugaDi Rumah Justru Reaktif, Pemkot Pontianak Berencana Rapid Test Seluruh ASN

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode yang disapa Midji ini juga menjelaskan ada 5 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, 1 kasus baru dan 40 reaktif rapid test jadi non reaktif.

Baca Juga :  Sungai Beliung Ditetapkan Sebagai Kampung Zakat di Pontianak

“Saya mohon masyarakat membantu dengan tidak berkumpul di keramaian, jika ingin virus ini mampu kita tangani,” imbau Midji.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar, Hariisson membenarkan sebanyak 44 petugas Bandara Supadio Kubu Raya reaktif. Pemeriksaan in berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Dinkes Kalbar pada 18 Mei 2020.

“Kami sudah melakukan swabs dan akan kami periksa dengan PCR,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinkes Kapuas Hulu ini juga menjelaskan ada sekitar 238 warga Kota Pontianak yang reaktif rapid test.

“Jadi hendaknya masyarakat terus melakukan protokol kesehatan, tidak keluar rumah bila tidak terlalu penting, jaga jarak, pake masker, cuci tangan, laksanakan etika batuk dan bersin dengan benar,” pintanya.

Baca Juga :  Hasil Swab Keluar, Midji Menitikan Air Mata

Baca juga1.200 Sembako dari Pertamina untuk Warga di Parit Tokaya, Akcaya dan Kota Baru

Harisson juga menginatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selalu tetap fit atau bugar dengan makan makanan yang bergizi. Karena menurut dia, sekaran melihat data rapid test banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kalbar kemungkin masih keluar rumah. Sehingga dapat menularkan penyakit mereka ke orang lain.

“Sekarang data kasus konfirmasi kita cenderung melandai, dan hal ini harus terus dijaga, agar kita dapat segera keluar dari ancaman Covid-19 ini,” pungkas Harisson. (m@nk)


Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?