Kubu Raya

Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Asal Kubu Raya Tiba di Rumah Duka

Jenazah Dinda Amalia, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 ketika dibawa di rumah duka, Gang Kurnia, Jalan Sungai Durian Laut, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu(17/01/2020) pagi. Foto: Syamsul Arifin/Jurnalis.co.id

– Satu jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 asal Kabupaten Kubu Raya, Dinda Amalia, telah tiba di rumah duka, Gang Kurnia, Jalan Sungai Durian Laut, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (17/01/2020) pagi. Gadis 15 tahun yang masih duduk Kelas IX SMP Sungai ini merupakan anak ketiga dari pasangan Haryanto dan Siti Lena.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan merasakan duka yang sama kesedihan mendalam atas peristiwa tragedi pesawat Sriwijaya.

“Kita yakini, ini semua Allah Maha Mengetahui,” ungkap Bupati Kubu Raya sambil menyerahkan akte kematian ke orang tua korban.

Muda menambahkan, kesedihan ini tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga warga semuanya yang langsung merasakan kehilangan.

“Kami juga pemerintah Kubu Raya juga merasakan yang sama. Insyaallah kita yakini Ananda ini ditempatkan Allah tempat yang terbaik,” katanya.

Image

Dia juga mengingatkan tidak boleh terlena, meskipun tetap merasa kesedihan. Insyaallah ini sebagai bagian dari perjalan yang semuanya juga sama akan kembali kepada-Nya(kematian).

Tentulah, Muda mengajak untuk bersama-sama mendoakan juga semuanya. Karena hal ini merupakan duka bagi semua dan Indonesia.

“Agar korban terus ditemukan, terutama jenazah yang lain. Informasi, warga Kubu Raya ada tiga. Kita mengajak warga Kubu Raya terutama keluarga terus mengawal dan mencari informasi yang benar. Semoga peristiwa ini menjadi hikmah yang besar,” harapnya.

Image

Dia juga mengajak semuanya agar terus mendoakan tim pencari korban. Supaya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

“Awalnya saya pikir satu hari bisa ketemu semuanya, tapi saya dapat informasi tim harus pilih-pilih waktu karena tekanan sangat kuat. Karena pandemi covid, kami mengingatkan agar selalu jalankan protokol kesehatan,” harapnya.

Terlihat, kesedihan mulai tak bisa terbendung bahkan teriakan saat jenazah korban keluar dari mobil ambulan yang tiba di rumah duka. Bahkan kakak korban dari mulai penjemputan Jenazah di Bandara hingga pengantaran peristirahatan terakhir, tak terhenti air matanya terus mengalir.

Di hari yang sama, korban lain juga tiba di Bandara. Yaitu jenazah Yohanes Suheri warga Ngarak Kabupaten Landak. Keduanya disambut langsung Gubernur Kalbar Sutarmidji.

“Saya atas nama pemerintah, doakan bersama mendapat tempat yang baik di sisi Allah,” katanya.

Dia juga meminta maaf dengan keluarga korban Sriwijaya, terutama dalam pelayanannya.

“Keluarga Yohanes, maaf sekiranya tidak berkenan dengan pelayanan kami dalam pengurus dan berkoordinasi, termasuk keluarga Dinda Amelia. Orang tuanya tetap tabah,” ucapnya dengan wajah berkaca-kaca. (sym)

Image
Image
Image
Image
Image Image
Image Image
Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top