Image Image Image Image
Kalbar

Momen HBA ke-61, Kajari Sanggau Mewanti-wanti Pelaku Penimbunan Oksigen

Kajari Sanggau Tengku Firdaus menyampaikan capaian kinerja yang telah dilakukan jajarannya, Kamis (22/07/2021). Foto: Jurnalis.co.id

– Dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sanggau Tengku Firdaus menyampaikan capaian kinerja yang telah dilakukan jajarannya, Kamis (22/07/2021).

“Di semester pertama ini capaian yang kami lakukan di bidang pembinaan yaitu pemasukan negara bukan pajak seperti denda tilang dari Juni – Juli Rp80.561.000 yang kita setorkan ke kas negara,” kata Firdaus.

Kemudian untuk bidang Intel dalam program tangkap buronan (tabur) berhasil menagkap tiga orang yang menjadi DPO pihaknya.

“Saya apresiasi kinerja bidang intel. Ada tiga tungakan kita sebelumnya, terpidana yang belum bisa dieksekusi dan masuk dalam DPO yang telah selesai. Jadi tidak ada lagi tunggakan,” katanya.

Tengku juga mengungkapkan untuk bidang Pidsus dalam semester pertama sudah menangani dua perkara korupsi sebagaimana yang telah pernah diberitakan.

“Pertama perkara PETI yang sudah masuk dalam tahap penuntutan dan perkara PKH dengan dua tersangka dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru serta melakukan penyitaan untuk sebagai uang penganti,” ujar Tengku.

Untuk bidang pidana umum terkait maraknya peredaran narkotika yang jumlah barang buktinya lumayan besar dan saat ini sedang ditangani dengan tuntutan penjara seumur hidup dan pidana mati.

“Putusan tersebut telah inkrah. Dengan tuntutan tersebut menjadi pelajaran masyarakat semua bahwa kita akan tuntut setingginya dalam perkara narkotika ini,” ujarnya.

Tengku menyampaikan untuk ke depannya akan ada beberapa program ungulan yang menjadi target Kejari Sanggau yang telah mendapat WBK dengan program wilayah birokrasi bersih melayani.

Image

“Program yang telah kami lakukan diantaranya percepatan pelayanan pengambilan tilang barang bukti melalui kantor pos yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, kemudian juga mempunyai mobil pelayanan penyuluhan hukum dengan internet gratis dan perpustakaan keliling, membuka pelaanan di mall pelayanan publik Sanggau,” ucapnya.

Tengku juga mengatakan intruksi dari pimpinan dalam upacara HBA, Jaksa Agung Republik Indonesia secara garis besar menekankan untuk mewanti-wanti terkait kelangkaan alat-alat kesehatan, obat-obatan, oksigen untuk dilakukan penyidikan secara tegas, terukur dan profesional jika ditemukan pelangaran.

“Gunakan hati nurani, berikan efek jera dan kemaslatan bagi masyrakat dengan melakukan penindakan secara tegas dan bekerjasama dengan kepolisian untuk menyekat adanya penimbunan dan kelangkaan,” ucapnya.

Khusus kepada Pemerintah Daerah, Kajari diperintahkan lansung untuk melakukan koordinasi terkait rendahnya penyerapan anggaran Covid-19 untuk menentukan dimana simpul-simpul permasalahannya. Bentuk pengawalan yang nanti dilakukan pihaknya tidaklah untuk mencari-cari kesalahan, tetapi lebih untuk membantu Pemda memaksimalkan penyerapan anggaran tersebut.

“Bukan berarti dengan kami kawal itu ada sesuatu. Konsen, kalau memang ada pelanggaran, kalau dalam bentuk administrasi, bisa kita luluskan, tapi kalau bentuknya sudah ada niat jahat, penyimpangan yang berdampak pada pidana korupsi itu, saya perintahkan Kasi Pidsus untuk tangani, itu pasti,” ujarnya.

“Kita plototin sama–sama biar program pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19 ini dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah daerah juga aman, nyaman melaksanakan kegiatan ini. Tapi (infonya), Sanggau ini tergolong baik (serapannya) dibanding daerah–daerah lain. Mungkin karena belum maksimal saja,” tambah Tengku.

Dalam kesempatan tersebut Tengku Firdaus juga menyoroti perihal penimbunan oksigen yang berlokasi di Parindu Sanggau dan mewanti-wanti kepada para pelaku bisa dikenakan sanksi pidana, terkait Undang-Undang Nomor 04 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dikenakan Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Ancamannya pidananya sampai 12 tahun penjara atau denda sampai Rp 1 miliar kemudian Undang-Undang Perlindungan Konsumen juga, nomor 08 tahun 1999, jadi kepada para penimbun bisa dikenakan itu. Saya mengimbau kepada para pelaku usah untuk tidak mengambil kesempatan dalam kondisi darurat. Mohon gunakan hati nurani,jangan mengambil kesempatan untuk mencari keuntungan ang sebesar-besarnya,” tutup Tengku. (faf)

Image
Image Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top