
JURNALIS.CO.ID – Bupati Jember, Hendy Siswanto menjenguk puluhan pasien pasca operasi katarak di RSD dr Soebandi, Minggu (14/07/2024). Para pasien tersebut menerima penanganan operasi secara gratis dari Pemkab Jember melalui program Jember Tindakan Eleminasi Katarak (J-Terak).
Dalam kesempatan itu, Hendy Siswanto didampingi jajaran Direktur Rumah Sakit Daerah dr Soebandi, Lilik Lailiyah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
“Program J-Terak ini sudah kita mulai sejak tahun 2021 hingga sekarang. Hari ini ada 60 pasien yang sudah dioperasi dari 140 orang yang sudah diseleksi untuk periksa setelah mereka dioperasi,” ujar Hendy di sela-sela menyambangi pasien di Aula Darusy Syifa’, RSD dr Soebandi Jember.
Hendy menambahkan, untuk sisa calon pasien katarak yang belum dioperasi hari ini akan dioperasi seminggu kemudian.
“Program J-Terak ini gratis. Pemkab Jember banyak memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat, bukan ini saja. Bahkan hingga hari ini kita sudah gelontorkan 523 miliar untuk itu,” terangnya.
Hendy menyadari, bahwa tidak semua warga Jember tahu tentang program layanan kesehatan gratis dari pemkab ini. Dirinya pun berharap, lewat pemberitaan positif dari semua media yang ada, maka seluruh masyarakat segera tahu tentang layanan gratis tersebut.
Sebagai informasi, Pemkab Jember juga menggratiskan beberapa layanan kesehatan lain dalam program JPK (Jember Pasti Keren) dan JKN serta KIS untuk iuran BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSD dr Soebandi Jember, Lilik Lailiyah mengungkapkan, awalnya terdapat mengatakan 269 orang yang mendaftar untuk ikut J-Terak kali ini, tetapi dari hasil skrining, diputuskan 140 calon pasien yang siap dilakukan tindakan operasi. Ia mengatakan, skrining gelombang kedua telah dilakukan pada tanggal 8 Juli, kemudian tindakan operasi pada tanggal 13 Juli 2024.

“Dalam program ini kami bekerja sama dengan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Jember,” ucap Lilik kepada awak media.
Dokter Lilik menjelaskan, kedatangan pasien tersebut dalam rangka pemeriksaan pasca operasi.
“Kita periksa apakah lensa matanya sudah pada posisi semula. Jadi mata kita buka lagi dan kita pastikan tidak ada efek samping pasca operasi,” imbuh Lilik.
Ia mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya yang berusia 40 tahun ke atas, agar menjaga pola makan. Kurangi makanan berlemak dan penuhi kecukupan 13 gizi seimbang. (Sgt)





Discussion about this post