
JURNALIS.co.id — Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang solid. Melalui konferensi pers pada 30 Desember 2025, jajaran Imigrasi memaparkan capaian yang mencakup penguatan pelayanan publik, peningkatan pengawasan, dan komitmen membangun kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan informasi.
Capaian itu disampaikan langsung Kepala Kantor Imigrasi Putussibau, Uray Aliandri, dalam forum bersama insan pers sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, sekaligus penguatan kemitraan strategis dengan media lokal.
Sepanjang tahun, Imigrasi Putussibau memfokuskan pelayanan berbasis inovasi. Layanan pengurusan paspor, izin tinggal, hingga pengawasan keimigrasian dikembangkan sejalan dengan semangat profesionalisme dan integritas pelayanan publik.
Pada 2025, Imigrasi Putussibau memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp8 miliar dengan tingkat penyerapan mencapai 99,5 persen. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terealisasi Rp3,5 miliar dari target Rp2,3 miliar. Untuk layanan paspor, tercatat 4.922 paspor berhasil diterbitkan.
“Dimana penerbitan paspor baru 3.300, penerbitan paspor pergantian 1.622, penerbitan paspor elektronik 3.957, penerbitan paspor non elektronik 965 dan penerbitan Pas Lintas Batas 1.065,” katanya.
Uray menjelaskan, sepanjang 2025 pihaknya juga menerbitkan 20 izin tinggal kunjungan, 4 izin tinggal terbatas, MREP 33, VOA 40, dan EVO 1.
“Sementara untuk perlintasan keimigrasian dari data kami ada 117.467 perlintasan. Dimana total kedatangan sebanyak 58.391 orang, keberangkatan sebanyak 59.076 orang, kedatangan WNI 46.123, keberangkatan WNI 47.044, kedatangan WNA 12.268 dan keberangkatan WNA 12.032,” ungkap Uray.
Tak hanya pelayanan, pengawasan keimigrasian juga diperkuat. Sepanjang 2025 dilakukan 17 kegiatan pengawasan, 28 kegiatan intelijen keimigrasian, 2 rapat Timpora, 2 operasi gabungan, serta pembentukan 6 desa binaan imigrasi.
“Kita juga sudah melakukan deportasi terhada warga negara asing 2 orang, pendeteksian 1 orang, cekal 1 orang dan overstay 7 orang,” ujarnya.
Selain itu, upaya publikasi informasi terus digencarkan melalui media sosial, situs web, konten rekaman, serta sosialisasi langsung kepada masyarakat.
“Alhamdulillah apa yang sudah kita lakukan selama 2025, kita berhasil meraih penghargaan berupa predikat wilayah bebas korupsi dan capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik Satker Pagu Sedang tahun 2025,” pungkasnya.
[Opik]


















Discussion about this post