
JURNALIS.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memacu langkah-langkah strategis dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.
Di tengah keterbatasan sumber air di lapangan, teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan menjadi salah satu solusi utama yang kini diandalkan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (20/01/2025).
Menurutnya, upaya hujan buatan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang cukup efektif, khususnya di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Kita membuat hujan buatan dan sangat efektif sekali. Kemarin ditebarkan di wilayah Kubu Raya. Nah, itu untuk menyiramnya jauh, selang kita tidak sampai, dan sumber air pun tidak ada. Nah, kita menggunakan modifikasi cuaca ini, kita menyemai garam di awan sehingga terjadi hujan,” ungkap Norsan.
Selain mengandalkan teknologi modifikasi cuaca, Pemprov Kalbar juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar lebih sigap dalam merespons potensi kebakaran.
Deteksi dini dan langkah cepat dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kita imbau juga kepada kabupaten kota yang mulai sudah ada api untuk segera mengajukan tanggap darurat supaya bantuan dari pusat nanti akan lebih mudah. Kita juga akan segera siap siaga untuk memadamkan kebakaran,” tutupnya.
Melalui langkah antisipatif, koordinasi lintas daerah, serta dukungan pemerintah pusat, Pemprov Kalbar berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.
(Den)



















Discussion about this post