
JURNALIS.co.id – Sejak simpang empat Argopuro ditutup, titik U-Turn di sisi timur simpang tersebut menjadi jalur putar balik utama bagi pengendara dari arah timur dan barat di ujung Jalan Gajah Mada, Kabupaten Jember.
Kondisi ini membuat titik tersebut semakin padat dan rawan karena permukaan aspal yang tidak rata serta ruang putar balik yang sempit.
Sebelumnya, titik U-Turn itu hanya digunakan kendaraan dari arah timur. Namun kini, kendaraan dari arah barat juga memanfaatkannya, sehingga intensitas lalu lintas meningkat.
Sebagian aspal masih dalam kondisi baik untuk kendaraan dari arah timur, sementara jalur dari arah barat terjal dan tidak rata. Situasi ini diperparah dengan pemasangan road barrier yang lebih ke sisi barat, membuat ruang putar balik semakin terbatas.

Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat merespons kondisi tersebut, mengingat Jalan Gajah Mada merupakan jalan protokol menuju pusat kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air, Murdiyanto, menjelaskan rencana perbaikan U-Turn tersebut.
“Sesuai perintah bapak bupati (Gus Fawait) bahwa kita ada perencaan menutup lubang-lubang jalan baik di kota maupun di desa. Oleh karena itu beliau mengharapkan kita bergerak cepat,” ucap Murdiyanto, Sabtu, (7/2/2026) saat di temui di acara bersih-bersih Pantai Watu Ulo.
Ia menegaskan, ruas jalan yang banyak dilalui masyarakat menjadi prioritas perbaikan, termasuk Jalan Gajah Mada Jember. Selain itu, pihaknya juga menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi U-Turn Argopuro.
“Atas informasi dari berbagai pihak, masyarakat pengguna jalan juga, maka tim kami menindak lanjuti keluhan di kanal ‘Wadul Gus’e’ segera memperbaiki,” jawab Murdiyanto.
Terkait status jalan yang menjadi kewenangan Balai Pemeliharaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Jember, Murdiyanto memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi.
“Iya tentunya kami telah berkoordinasi dengan mereka. Namun kita tidak mau menunggu lebih lama. Tapi kita tetap minta ijin kepada mereka,” jawab Murdiyanto.
Sinergi antara Pemkab Jember dan BPJN Wilayah Jember selama ini dinilai berjalan baik demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai informasi tambahan, sehari sebelum dilakukan perbaikan, terjadi kecelakaan lalu lintas di titik U-Turn tersebut.
Seorang pengendara ojek online terjatuh saat putar balik dari arah barat pada malam hari. Pengendara tersebut diketahui berasal dari Desa Muneng, Kecamatan Kencong, yang berjarak sekitar 47 kilometer, dan diduga tidak memahami kondisi jalan di wilayah kota.
(Sgt)









Discussion about this post