
JURNALIS.co.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Kalisat.
Kedatangannya disambut para tokoh masyarakat yang telah menunggu di Pendopo Kecamatan Kalisat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fawait menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, khususnya para tokoh yang ada di wilayah tersebut.

Selain mempererat silaturahmi, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah program kerja Pemerintah Kabupaten Jember yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
Salah satu program yang disosialisasikan adalah UHC (Universal Health Coverage) atau perlindungan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit milik Pemkab Jember dapat diakses secara gratis.
Ia juga menyoroti tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang salah satunya disebabkan oleh masih banyak ibu hamil yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan.
“Saya minta orang sakit dan yang mau melahirkan harap dibawa ke rumah sakit, sebab sekarang gratis,” ucap Gus’e, Senin, (9/3/2026).
Bupati Jember itu juga menyampaikan bahwa RSD dr Soebandi Jember saat ini menjadi rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten di wilayah timur Provinsi Jawa Timur.
Rumah sakit tersebut memiliki 60 dokter spesialis dan 30 dokter subspesialis yang siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Untuk meyakinkan warga terkait pelayanan kesehatan gratis, Gus Fawait bahkan menanyakan langsung kepada Direktur RSD Kalisat, dr Nurullah Hidajahningtyas, MM.
“Apakah pasien dikenakan biaya?” Tanya Bupati Fawait ke dr Nurullah. Dengan sigap dijawab gratis.
“Apakah ada pembedaan antara pasien UHC dengan mandiri?,” Tanya Gus’e lagi. Maka dijawab tidak ada oleh Direktur perempuan itu.
Ia juga meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan adanya perbedaan pelayanan antara pasien UHC dan pasien mandiri.
Laporan dapat disampaikan melalui kanal Wadul Gus’e melalui WhatsApp di nomor 081130311188 maupun melalui pesan langsung di akun media sosial Wadul Gus’e di Instagram dan TikTok.
Program lain yang turut disampaikan adalah Peta Cinta, yaitu layanan administrasi kependudukan yang kini dapat diakses di tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga memanggil Camat Kalisat, Nuryadi, SMSTP., M.Si untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan berjalan baik.
Camat Nuryadi menyampaikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Kalisat diberikan secara gratis dan ketersediaan blangko KTP-el masih mencukupi.

Namun untuk revisi data KTP-el tetap harus dilakukan di kantor Dispendukcapil.
Selain itu, Pemkab Jember juga menjalankan Program Guru Ngaji yang hingga saat ini telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 21.100 guru ngaji dan modin dari target 22.000 penerima.
Para penerima bantuan tersebut masing-masing akan mendapatkan dana sebesar Rp1.500.000 yang ditargetkan cair sebelum Lebaran.
Sementara itu, marbot masjid dan kepala kelompok pengajian juga diupayakan menerima bantuan sebelum Hari Raya Idulfitri.
Program berikutnya adalah beasiswa pendidikan yang tahun ini mengalami penambahan kuota penerima.
Pemkab Jember menambah jumlah penerima dari sebelumnya 16.000 menjadi 20.000 mahasiswa. Selain itu, terdapat kategori baru bagi santri yang sebelumnya belum masuk dalam program beasiswa.
Mahasiswa penerima beasiswa juga akan mendapatkan bantuan hingga lulus tanpa perlu mendaftar ulang setiap tahun.
Sentil Peredaran Narkoba
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait maraknya peredaran narkoba di Jember, khususnya di Kecamatan Kalisat, Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah lebih menekankan langkah pencegahan.
“Kami dari Pemkab lebih memfokuskan pada langkah pencegahan. Itulah alasan mengapa kami terus mendukung penuh berbagai kegiatan keagamaan di Jember tanpa memandang latar belakang agamanya,” ujar Gus Fawait.
Ia mengaku prihatin dengan fenomena peredaran narkoba yang masih terjadi di masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, juga telah menjalin kerja sama dengan Polres Jember untuk melakukan edukasi serta sosialisasi pencegahan narkoba melalui berbagai program.
Beberapa program tersebut antara lain Bakesbangpol Masuk Sekolah, Santri Bersinar, serta sejumlah kegiatan edukasi lainnya.
Selain itu, tahun ini juga telah dibentuk Satgas P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Kabupaten Jember yang bekerja sama dengan BNN Kabupaten Lumajang.
Meski demikian, Gus Fawait menilai upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari masyarakat.
“Satgas, sekuat apa pun atau aparat keamanan sekalipun tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Kita harus bergerak bersama-sama: Pemkab Jember, aparat hukum, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Gus Fawait.
(Sgt)




















Discussion about this post