
JURNALIS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember memberangkatkan 150 santriwati ke Pondok Pesantren Nurul Jahid Paiton, Sabtu (20/4/2024).
Pemkab Jember rutin memberangkatkan dan menjemput santri untuk belajar ilmu agama di beberapa pondok pesantren di luar Jember. Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai pemerintah.
Bupati Jember, Haji Hendy, memberi wejangan kepada para santri, bahwa para santri asal Jember haruslah memperhatikan dan menerapkan adab atau sopan santun berdasarkan norma agama, yang diberlakukan di luar.
“Di pondok pesantren, begitu datang saja belum diajari apa-apa. Satu yang didapatkan, pelajaran adab,” ucap Haji Hendy yang didampingi oleh Kabag Kesra, Achmad Musaddaq dan Ustad Basri, koordinator penjemputan santri dari PP Nurul Jadid Paiton.

Hendy melanjutkan, di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, adab masih kuat diajarkan kepada santri. Ia berpesan, meskipun ada rasa sedih saat meninggalkan keluarga. Hendy turut merasakan hal yang sama. Karena anaknya juga nyantri di sana. Tapi menurutnya, hal tersebut baik. Di sana, santri diajari adab yang baik.
Pemkab Jember tidak sekadar memfasilitasi angkutan untuk mengantar santri. Tetapi juga memberi makan minum selama perjalanan.
Sementara, Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Achmad Musaddaq menyampaikan, total santri yang diberangkatkan sejumlah 800 orang. Ia menuturkan, pemberangkatan dan penjemputan berdasarkan proposal yang diterima dari masyarakat. Tidak ada pembatasan dalam jumlah.

Kepada wartawan Jurnalis.co.id, Mussaddaq bilang, besok akan kembali memberangkatkan 100 santri putra ke PP Nurul Jadid Paiton.
Sebelumnya, Pemkab sudah memberangkatkan 136 santri ke Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk di Sumenep pada Kamis, 18 April 2024 malam.
Pemberangkatan selanjutnya ke Pondok Pesantren Al Falah di Ploso Kediri berjumlah 110 pada Selasa, 23 April 2024. Juga 300 santri ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada Rabu 24 April mendatang.
Teruntuk masyarakat yang hendak menikmati fasilitas dari Pemkab Jember, dapat mengirimkan proposal satu bulan sebelumnya ke Bagian Kesra.
Hingga berita ini diterbitkan, total sudah ada empat proposal yang masuk untuk pengembalian santri ke pondoknya masing-masing, dengan jumlah 800 santri menggunakan 14 bis. (Sgt)





Discussion about this post