
JURNALIS.co.id — Anggota MPR RI Erlinawati kembali mengingatkan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Pontianak, Kamis (11/12), bekerja sama dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan yang dihadiri pengurus dan anggota IPEMI Kalbar itu berjalan hangat dan terasa relevan dengan situasi masa kini, ketika nilai-nilai kebangsaan kerap diuji oleh derasnya arus informasi, budaya global, serta dinamika sosial yang berkembang cepat.
Erlinawati menyebut bahwa Empat Pilar—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar slogan yang dihafal dalam forum-formal, melainkan kompas moral yang menentukan arah bangsa.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Barat yang plural dan terbuka membutuhkan pemahaman yang utuh agar tidak mudah terpecah oleh isu identitas maupun sentimen ekonomi.
“Pancasila memberi kita nilai, UUD NRI 1945 memberi kepastian, NKRI memberi rumah, dan Bhinneka Tunggal Ika memberi ruang untuk saling menerima. Keempatnya harus dihayati bersama terutama oleh kelompok-kelompok strategis seperti IPEMI yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi dan menghangatkan kehidupan sosial,” kata senator yang duduk di Komite III DPD RI ini.
Menurutnya, perempuan pengusaha muslimah memiliki posisi strategis di tengah masyarakat karena berada pada simpul antara dunia usaha, keluarga, dan jaringan sosial.
Dengan peran itu, mereka dinilai sebagai agen efektif dalam menumbuhkan semangat kebangsaan melalui tindakan nyata.
Ia menekankan bahwa implementasi Empat Pilar harus tampak dalam keseharian, termasuk dalam praktik usaha IPEMI—mulai dari membangun bisnis yang jujur (Pancasila), mematuhi aturan (UUD NRI 1945), memberi kontribusi pada ekonomi daerah (NKRI), hingga menjunjung keberagaman dalam jejaring bisnis (Bhinneka Tunggal Ika).
“Perempuan pengusaha bukan hanya motor ekonomi, tetapi juga penjaga nilai. Dari caranya bertransaksi, mempekerjakan orang, hingga cara merawat relasi sosial di situlah 4 Pilar hidup. IPEMI adalah contoh nyata bahwa kebangsaan tidak hanya dipidatokan, tapi dipraktikkan,” jelas perempuan yang juga Ketua PW IPEMI Kalbar itu.
Erlinawati juga mengingatkan bahwa Kalimantan Barat, dengan sejarah panjang interaksi budaya, memiliki peluang besar menjadi teladan nasional dalam merawat kebinekaan dan memajukan ekonomi berbasis nilai.
“Empat Pilar bukan milik gedung-gedung besar di Jakarta. Empat Pilar adalah milik ibu-ibu, para pelaku usaha, para penggerak komunitas. Selama pilar itu kita rawat bersama, masa depan anak-anak kita di Kalbar akan semakin terjaga,” pungkasnya.
(Opik)



















Discussion about this post