
JURNALIS.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membuka peluang luas bagi investor luar untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menerima rombongan investor dari Jakarta dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (13/2/2026).

Gus Fawait menegaskan bahwa pembiayaan pembangunan Jember ke depan tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN, tetapi juga memanfaatkan dana investasi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tadi ada rombongan tamu dari kementrian keuangan, ada dari SMI, dari PIP dan banyak sekali. Salah satunya kita mencoba mencari tool untuk mendorong pertumbuhan ekonomi selain apbd dan apbn,” ucap Gus Fawait kepada awak media saat door stop.
Sarana Multi Infrastruktur (SMI) merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan RI yang bertindak sebagai agen pembangunan infrastruktur, sementara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkeu yang mengelola dana bergulir untuk usaha mikro dan ultra mikro.
Menurut Gus Fawait, skema pembiayaan tersebut cocok untuk pembangunan infrastruktur dan usaha produktif yang mampu membiayai diri sendiri.
“Contoh nih, kalau membangun rumah sakit kita bisa pinjam ke SMI. Yang penting yang dibangun itu bisa membiayai dirinya sendiri. Nah itu namanya kredit produktif,” terangnya.
Untuk memperdalam rencana pembiayaan, investor dipertemukan dengan para direktur rumah sakit daerah, Plt Kepala BUMD, serta kepala dinas terkait.
Mereka memaparkan mekanisme pembiayaan, skema pembayaran, besaran bunga, hingga nilai kredit yang dapat diakses.

“Sumber-sumber pendanaan dari Kementeian keuangan, ini saya pikir, bisa diakses oleh pemerintah kabupaten Jember. Yang penting dipakai untuk usaha produktif,” tegas Gus Fawait.
Saat ditanya kebutuhan prioritas warga Jember, Gus Fawait menyebut sektor kesehatan sebagai kebutuhan utama. “Satu terkait rumah sakit ya.
Rumah sakit kita ini rujukan luar kota, bahkan se tapal kuda. Performanya juga sudah bagus. Kita butuh penambahan kamar. Dana dari APBN tidak cukup untuk itu,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Jember juga merencanakan pendanaan untuk SPPG yang akan dikelola oleh BUMD. “Kita mau ada SPPG. Nantinya SPPG kita terbesar kedua se Jawa Timur, dengan total perputaran uangnya 4 triliun setahun,” terang Gus Fawait.
Untuk mendukung program tersebut, kebutuhan pangan akan disuplai oleh petani dan peternak lokal. “Untuk memenuhi itu maka BUMD kita harus menjadi leader. Mungkin kalau bisa diperluas BUMD Perkebunan diperluas menjadi BUMD Pangan sehingga bisa membuka peternakan seperti ayam petelur dan sebagainya,” tandasnya.
Saat ini, Pemkab Jember tengah mengajukan revisi Perda BUMD ke DPRD, salah satunya memperluas Perumda Perkebunan Kahyangan ke sektor pangan.
[SGT]




















Discussion about this post