
JURNALIS.co.id – Seorang santri asal Kabupaten Kayong Utara, Irfan Zaki Azizi, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka lebam di wajah.
Remaja yang menempuh pendidikan di Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya, kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga mengalami trauma di bagian kepala.
Kondisi Azizi pertama kali diketahui orang tuanya, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, setelah pihak pesantren mengabarkan bahwa putra mereka mengalami alergi terhadap obat parasetamol.

Mendapat kabar tersebut, keduanya segera berangkat dari Kayong Utara menuju Kubu Raya untuk memastikan kondisi anak mereka.
Namun, sesampainya di rumah sakit, keluarga justru menemukan kondisi yang berbeda dari penjelasan awal. Wajah Azizi tampak lebam dan mengalami pembengkakan serius, terutama di area mata.
“Kami awalnya diberitahu anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Kamis (12/3/2026).
Foto yang beredar menunjukkan Azizi terbaring di ranjang perawatan dengan kedua mata bengkak hingga tertutup. Memar kehitaman terlihat jelas di sekitar mata dan pipinya, bahkan di bagian kening terdapat benjolan besar.
Keluarga pun menduga Azizi menjadi korban kekerasan selama berada di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Dokter jaga di RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar yang pertama menangani Azizi menyebut adanya dugaan trauma pada bagian kepala sehingga diperlukan penanganan medis lanjutan.
“Dokter mengatakan ada trauma di kepala,” kata Ahmad.
Karena kondisinya dinilai serius, Azizi kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Hingga kini, Azizi masih dalam kondisi kesadaran yang belum stabil dan direncanakan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pemantauan ketat.
Pihak keluarga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak pesantren terkait penyebab kondisi tersebut serta meminta kasus ini diusut secara serius.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia, Aswandi Alfatih, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai penyebab kejadian yang menimpa santri tersebut.
“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Saat ini kami masih di rumah sakit untuk mencari penyebabnya. Jadi belum bisa disimpulkan apakah ada tindak kekerasan atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebut pihak sekolah masih menunggu penjelasan medis dari dokter terkait kondisi Azizi.
“Kami tidak bisa memastikan soal kesadarannya karena itu ranah medis. Namun yang kami ketahui, kondisinya belum kembali normal seperti biasa,” katanya.
Pihak pesantren meminta doa agar Azizi segera pulih dan penyebab peristiwa tersebut dapat segera terungkap.
“Mohon doanya agar santri kami cepat sembuh dan kejadian ini segera menemukan titik terang,” pintanya.
(Bak)




















Discussion about this post